DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah, Pasokan BBM Lebaran 2026 Aman dan Terkendali
- 26 Mar 2026 14:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lamhot Sinaga menilai pengelolaan energi saat mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan terkendali
- Konsumsi BBM meningkat lebih dari 15 persen, namun distribusi tetap lancar tanpa gangguan signifikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mengapresiasi kinerja pemerintah dalam memastikan ketersediaan BBM selama Lebaran 2026. Ia menilai pengelolaan energi nasional pada periode mudik tahun ini berjalan aman dan terkendali.
Lamhot menyebut stabilitas pasokan BBM tidak terlepas dari kerja BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menilai keduanya mampu mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat secara signifikan.
“Momentum Lebaran selalu menjadi ujian ketahanan energi nasional, namun tahun ini pemerintah menunjukkan kesiapan matang. Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” kata legislator dari Fraksi Golkar tersebut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Berdasarkan laporan Komisi VII DPR, terjadi peningkatan konsumsi BBM selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kenaikan terutama terjadi pada jenis gasoline dan gasoil akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.
Meski konsumsi meningkat lebih dari 15 persen dibanding tahun sebelumnya, Lamhot melihat tidak ditemukannya gangguan signifikan di lapangan. Hal ini menunjukkan sistem distribusi mampu mengimbangi lonjakan потребsi tersebut.
“BPH Migas berhasil menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan dengan baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan ketersediaan stok BBM tetap terjaga di jalur strategis mudik.
Menurut Lamhot, pemerintah telah melakukan langkah antisipatif melalui penambahan stok di terminal utama dan optimalisasi armada distribusi. Selain itu, SPBU modular yang disiapkan di titik rawan kepadatan juga dapat mencegah kelangkaan BBM di daerah tujuan pemudik.
Namun, Lamhot mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menilai tantangan ke depan akan semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat.
“Evaluasi tetap diperlukan agar ke depan kita bisa lebih siap, lebih presisi, dan lebih adaptif terhadap dinamika потребsi energi,” ujar Lamhot. Ia berharap keberhasilan ini menjadi pijakan memperkuat sistem energi nasional ke depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....