Perlahan Pulih dari Bencana, Balap Robin Meriahkan Suasana Lebaran di Aceh

  • 25 Mar 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Balap Robin digelar warga Subulussalam sebagai hiburan Lebaran sekaligus upaya bangkit pascabanjir 2025.
  • Lomba perahu tradisional ini meningkatkan silaturahmi dan mendorong aktivitas ekonomi UMKM masyarakat setempat.
  • Panitia berharap Balap Robin menjadi agenda tahunan hingga berkembang ke tingkat kota dengan dukungan pemerintah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Aceh mulai bangkit dari bencana banjir yang melanda pada akhir November 2025. Momentum Lebaran dimanfaatkan warga dengan menggelar Balap Robin sebagai hiburan sekaligus pemulihan sosial.

Balap Robin merupakan lomba perahu tradisional bermesin Robin milik nelayan yang digelar di Sungai Lae Soraya. Kegiatan ini rutin dilaksanakan saat Idulfitri atau menyambut 1 Syawal di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Aceh.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang memadati bantaran sungai untuk menyaksikan perlombaan. Selain hiburan, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Salah satu warga, Tengku Fikri Wirlandi Kombi menyebut kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Ia berharap pemerintah daerah terus mendukung penyelenggaraan event tahunan tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi antara masyarakat. Dan kami harap kepada pemerintah agar selalu men-support event-event tahunan ini,” ujarnya.

Ketua Panitia Balap Robin Muhammad Ikhwan Sambo mengatakan kegiatan ini didukung unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan Rundeng. Dukungan tersebut membuat pelaksanaan lomba berjalan lancar dengan partisipasi luas dari masyarakat.

Suasana lomba berlangsung meriah dengan ratusan warga menyaksikan perahu kayu berpacu di aliran sungai. Suara mesin khas Robin menambah semarak jalannya perlombaan yang menjadi tradisi lokal tersebut.

Sempat terjadi insiden salah satu perahu peserta karam akibat derasnya arus sungai saat perlombaan berlangsung. Namun panitia sigap melakukan evakuasi sehingga kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Muhammad Ikhwan Sambo mengatakan peserta lomba berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kecamatan Rundeng. Pihaknya berencana mengajukan kegiatan ini agar dapat dilaksanakan pada tingkat kota ke depan.

“Masyarakat yang mengikuti perlombaan ini dari kalangan masyarakat seluruh Kecamatan Rundeng. Kami berencana mengajukan ke pemerintah kota untuk dilangsungkan perlombaan tingkat kota,” katanya.

Panitia berharap kegiatan Balap Robin dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi masyarakat. Selain itu, lomba ini menjadi upaya melestarikan budaya sungai yang menjadi identitas warga Rundeng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....