Begini Cara Atasi 'Post Holiday Blues' Pasca Lebaran
- 25 Mar 2026 10:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Post-holiday blues kerap dialami usai Lebaran, ditandai turunnya semangat dan motivasi kembali ke rutinitas.
- Uswatun Hasanah menyebut penyebabnya antara lain perpisahan dengan keluarga, stres, hingga rutinitas monoton.
- Kondisi ini dapat diatasi dengan cara seperti tetap aktif, menjaga relasi, dan menata kesehatan serta keuangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Libur panjang setelah Lebaran sebentar lagi berakhir dan semua aktivitas akan kembali seperti biasa. Meski sudah terbiasa menjalankan rutinitas harian, sebagian orang akan merasa "post-holiday blues" setelah libur Lebaran.
Post-holiday blues merupakan fenomena ketika seseorang merasa kehilangan semangat dan motivasi untuk kembali ke rutinitas sebelum liburan. Beberapa faktor di antaranya adalah emosi yang tidak stabil, stres finansial, dan ekspektasi liburan yang tidak terpenuhi.
Penyebabnya bisa jadi karena harus berpisah dengan keluarga, atau harus kembali pada rutinitas yang monoton. Demikian disampaikan oleh Dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Uswatun Hasanah.
Ia menjelaskan bahwa tidak jarang orang kesulitan untuk beradaptasi lagi dengan aktivitas sehari-hari. Umumnya, orang yang mengalami kesedihan pasca libur panjang akan terlihat murung, demotivasi, sulit berkonsentrasi, mengalami perubahan pola tidur.
"Beberapa orang juga dapat mengalami gejala fisik seperti kelelahan. Atau sakit kepala akibat stres yang dialami," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 25 Maret 2026.
6 Cara Mengatasi Post Holiday Blues Pasca Lebaran
- 1. Menerima Perasaan yang Dialami dengan Terbuka
Hal pertama yang harus disadari adalah perasaan kurang motivasi setelah libur termasuk hal yang wajar. Maka, jangan biarkan perasaan tersebut lantas menghakimi pribadi kita.
- 2. Tetap Aktif secara Fisik
Psikoterapis asal Amerika Serikat, Dr. Stephanie Moulton Sarkis, PhD, mengatakan bahwa olahraga terbukti dapat meningkatkan suasana hati. Aktivitas fisik meningkatkan kadar dopamin dan serotonin di otak, yang keduanya dapat mengurangi perasaan sedih.
- 3. Lakukan Reminiscence
Reminiscence merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang mendorong seseorang untuk mengingat-ingat pengalaman menyenangkan. Kadar stres akan menurun saat memori kita mengulang kembali momen bahagia yang pernah dialami sebelumnya.
- 4. Fokus pada Kesehatan dan Keuangan Pribadi
Bagi sebagian orang, momen liburan sering kali menguras dompet dan menimbulkan stres. Maka dari itu, penting untuk menata kembali keuangan setelah liburan berakhir.
- 5. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Perasaan terisolasi yang kerap muncul setelah liburan dapat meningkatkan kesedihan seseorang. Meski merasa sangat lelah, tetaplah menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....