Legislator: Pembelajaran Daring Disiapkan Matang untuk Efisiensi BBM
- 25 Mar 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, mennyoroti rencana penerapan pembelajaran daring
- pemerintah berencana kembali menerapkan metode pembelajaran daring
- pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi harus menjadi bahan evaluasi
RRI.CO.ID, Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, mennyoroti rencana penerapan pembelajaran daring yang rencana akan dilakukan pemerintah. Metode ini sebagai bagian dari upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Sejumlah langkah teknis yang komprehensif, termasuk sinkronisasi kebijakan antarkementerian dan pemerintah daerah, harus dilakukan. Ini untuk memastikan tidak ada satu anak pun yang kehilangan hak belajarnya,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Maret 2026.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan strategi penghematan BBM akan dilakukan. Yakni melalui efisiensi operasional gedung perkantoran dan sekolah.
Di sektor pendidikan, pemerintah berencana kembali menerapkan metode pembelajaran daring. Langkah ini nantinya mirip seperti yang dilakukan saat pandemi COVID-19.
Lestari menegaskan, kebijakan tersebut harus dipahami secara menyeluruh oleh para pelaksana di lapangan. Ia mengingatkan pengalaman pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi harus menjadi bahan evaluasi.
Menurut Lestari, sejumlah kendala sempat muncul seperti kesiapan guru yang belum optimal. Kemudian beban tambahan bagi orang tua, hingga menurunnya kualitas pembelajaran.
“Jangan sampai kesalahan yang sama berulang. Karena itu penting untuk dipersiapkan secara matang,” ucapnya.
Selain kesiapan sumber daya manusia (SDM), Lestari juga menyoroti pentingnya kesiapan sarana dan prasarana, khususnya infrastruktur digital. Ia mencatat, pada 2025 Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan hard disk ke 288.865 satuan pendidikan.
Selain itu, akses internet telah diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan. Namun, Lestari menekankan para tenaga pengajar harus memiliki kemampuan dalam mengoperasikan dan mengelola perangkat tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....