Arus Balik Lebaran 2026 Naik, Lalu Lintas Lancar

  • 24 Mar 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Arus kendaraan menuju Jakarta pada H+2 Lebaran meningkat signifikan. Pemantauan dilakukan di delapan gerbang tol utama.

Sebanyak 237.306 kendaraan masuk melalui Ciawi, Cikampek Utama, dan Cikupa. Angka ini naik 28,15 persen dibandingkan periode sama tahun 2025.

Pada 23 Maret 2025, jumlah kendaraan tercatat 192.692 unit. Kenaikan menunjukkan mulai bergeraknya arus balik Lebaran 2026.

Sementara itu, kendaraan melalui 22 ruas arteri Jabodetabek mencapai 605.897 unit. Jumlah tersebut meningkat 26,64 persen dibandingkan tahun lalu.

Tahun sebelumnya, angka kendaraan di ruas arteri mencapai 478.422 unit. Peningkatan terjadi seiring mobilitas masyarakat pascalebaran.

Data tersebut disampaikan Ketua Posko Harian Kementerian Perhubungan Cpt. Hasan Sadili. “Kalau melihat kondisi hari ini, lalu lintas ramai lancar dan belum ada kemacetan berarti,” ujarnya Hasan di Posko Mudik, Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa, 24 Maret 2026.

Ia mengatakan, pergerakan arus balik mulai meningkat secara bertahap. Namun situasi di lapangan masih terkendali.

Pemerintah telah menerapkan sistem one way di sejumlah titik strategis. Kebijakan ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan.

“Prediksi kami, H+3 akan meningkat. Kemungkinan serupa terjadi pada H+6 atau H+7,” katanya.

Cpt. Hasan Sadili, Ketua Posko Harian, ketika memberikan keterangan mengenai kondisi arus balik tahun 2026 kepada RRI di posko mudik Kementerian Perhubungan, Selasa, 24 maret 2026 (Foto: RRI.CO.ID / Yorike Fitri)

Selain itu, buffer zone disiapkan di beberapa lokasi untuk mengurai kepadatan. Rest area juga telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait.

Rest area dan buffer zone sudah kami siapkan. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan,” ucap Hasan.

Salah satu pemudik, Mega, mengaku baru bisa mudik setelah Lebaran. Ia berencana pulang ke Wonosobo bersama keluarganya.

“Baru dapat izin kantor. Jadi kami mudik setelah Lebaran tahun ini,” ujar Mega.

Pemerintah mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik. Pengaturan waktu dinilai penting untuk menghindari kepadatan.

Masyarakat juga diminta beristirahat jika lelah selama perjalanan. Hal ini penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....