Mudik Setelah Lebaran, Perjalanan Menjemput Rindu
- 24 Mar 2026 08:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Memasuki hari ketiga Lebaran, masih ada masyarakat yang justru baru memulai perjalanan pulang ke kampung halaman.
- Mudik setelah lebaran
- Lebaran 2026
RRI.CO.ID, Jakarta – Tradisi mudik selama ini identik dengan perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri. Jalanan padat, stasiun penuh, dan suasana pulang kampung biasanya sudah terasa sejak beberapa hari sebelum Lebaran.
Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mudik lebih awal. Memasuki hari ketiga Lebaran, masih ada masyarakat yang justru baru memulai perjalanan pulang ke kampung halaman.
Sebagian memilih berangkat setelah hari raya karena alasan pekerjaan, keterbatasan tiket, hingga menyesuaikan waktu libur keluarga. Kondisi ini membuat arus mudik tidak sepenuhnya selesai saat Lebaran tiba.
Seperti yang dilakukan Yuki, yang baru berangkat mudik ke Kutoarjo, Jawa Tengah, pada H+3 Lebaran. Ia mengaku harus menunggu jadwal libur anak sekolah serta ketersediaan tiket perjalanan.
Meski berangkat lebih lambat, Yuki tetap antusias menjalani tradisi pulang kampung bersama keluarga. Baginya, momen kebersamaan dengan keluarga besar menjadi hal yang paling dinantikan.
“Yang pasti kumpul keluarga, ziarah ke makam orang tua, terus makan bareng. Sama silaturahmi ke tetangga, itu yang paling seru di kampung,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Pasar Senen Jakarta, Senin, 23 Maret 2026.
Ia juga membawa oleh-oleh serta pakaian layak pakai untuk dibagikan kepada kerabat di kampung. Tradisi berbagi tersebut menurutnya menjadi bagian dari makna Idulfitri yang selalu dirindukan.
Hal serupa juga dirasakan Andra, warga Jakarta yang baru berangkat mudik ke Pekalongan pada hari ketiga Lebaran. Ia terpaksa menunda mudik karena harus tetap bekerja saat Hari Raya Idulfitri.
Bagi Andra, Lebaran tahun ini terasa berbeda karena harus dirayakan jauh dari keluarga. Momen yang biasanya penuh kebersamaan, kali ini hanya diisi dengan aktivitas sederhana bersama rekan kerja.
“Hari pertama lebaran kemarin saya kerja, jadi nggak bisa kumpul keluarga. Makanya sekarang baru bisa mudik, karena keluarga juga udah nungguin,” katanya.
Ia mengaku momen sederhana seperti makan bersama dan berkumpul dengan keluarga menjadi hal yang paling dirindukan. Bahkan, pertemuan setelah Lebaran tetap terasa istimewa baginya.
Fenomena mudik setelah Lebaran ini menunjukkan bahwa makna pulang kampung tidak selalu soal waktu. Lebih dari itu, mudik tetap menjadi tentang rindu yang ingin dituntaskan dan kebersamaan yang ingin dirayakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....