Airlangga: WFH Hemat 1/5 Penggunaan BBM Sehari-hari
- 19 Mar 2026 21:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah akan terapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH)
- 2. WFH dapat menghemat 1/5 penggunaan BBM sehari-hari
- 3. WFH untuk ASN dan pegawai swasta
- 4. Penerapan WFH imbas harga minyak dunia meroket imbas perang di Timur Tengah
RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work form office (WFH) demi efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Penghematan BBM menyusul tingginya harga minyak mentah dunia imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya Israel.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kebijakan WFH. Menteri Airlangga menyebut kebijakan WFH akan mampu menghemat BBM 1/5 dari penggunaan sehari-hari.
“Baik (Tangggapan Presiden) karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. Penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan,” kata Menteri Airlangga, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Baca Juga:https://berita.rri.co.id/nasional/2275189/pemerintah-matangkan-wfh-imbas-perang-iran-amerika
Rencananya kebijakan WFH akan diberlakukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta. Ia belum dapat memastikan waktu penerapan untuk WFH.
“Paska lebaran tapi nanti akan kita tentukan waktunya, teknisnya sedang akan disiapkan. Ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda, semuanya kita sedang siapkan lagi,” kata Airlangga.
Menteri Airlangga menegaskan WFH akan diberlakukan satu hari dalam seminggu. Ia berjanji akan mengumumkan kepada masyarakat jika konsep WFH rampung dibahas.
Kebijakan WFH pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sidang Kabinet yang dihadiri oleh para menteri, wakil menteri, kepala/pimpinan lembaga. Saat itu, Presiden Prabowo menyampaikan dampak perang Iran terhadap BBM di Indonesia.
“Nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail. Sesuai dengan arahan saat sidang Kabinet Paripurna dan sudah dirapatkan dengan kementerian teknis, itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....