Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Ekonomi Menjelang Lebaran

  • 19 Mar 2026 17:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana Negara Jakarta
  • Airlangga Hartarto mengatakan agenda rapat berkaitan dengan laporan efisiensi kementerian dan lembaga

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana Negara, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026. Sejumlah menteri terlihat mulai berdatangan secara bertahap ke Istana Negara.

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani tiba lebih dahulu sekitar pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tiba di Istana sekitar pukul 16.30 WIB.

Airlangga mengatakan agenda rapat berkaitan dengan laporan efisiensi kementerian dan lembaga. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi terbatas yang telah dilakukan sebelumnya.

"Kalau kemarin kan kami sudah rakortas kan, terkait dengan efisiensi. Itu salah satu yang mau dilaporkan," kata Airlangga sesaat setelah tiba di Istana Negara.

Ia menjelaskan pembahasan efisiensi juga mencakup sejumlah kebijakan pendukung, termasuk skema kerja fleksibel. Namun, terkait kemungkinan kebijakan lain, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut.

Airlangga menambahkan pembahasan efisiensi masih difokuskan pada kinerja kementerian dan lembaga. Sementara itu, terkait isu pemotongan gaji pejabat, belum menjadi keputusan final.

Di sisi lain, Purbaya menyebut rapat juga akan membahas kondisi fiskal negara. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas anggaran menjelang Lebaran.

"Ya, kita antisipasi mungkin subsidi berapa, kondisi APBN seperti apa. Itu yang harus diantisipasi. Tapi saya nggak tahu meeting detailnya apa, saya belum masuk ke dalam ya," kata Purbaya.

Ia menambahkan terdapat usulan terkait efisiensi yang disiapkan bersama Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian. "Buat mungkin, karena kan ada proposal dari Kemenkeu dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....