Airlangga Laporkan Berbagai Relaksasi Selama Bulan Ramadan ke Presiden

  • 12 Feb 2026 11:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah laporan terkait kebijaksanaan relaksasi selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Laporan itu disampaikannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Salah satunya laporannya, yakni terkait kebijakan penerapan Work From Anywhere (WFA). Ia mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan WFA dalam momentum Bulan Suci Ramadan, yang terbagi dalam dua sesi.

Sesi pertama yakni WFA untuk momentum Hari Raya Nyepi, yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan. Selain itu sesi kedua, yakni dalam momentum libur Lebaran 2026.

"Tadi kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden mengenai kebijakan Work From Anywhere (WFA). Yaitu pada tanggal 16-17 (Hari Raya Nyepi), 25, 26, dan 27 (Lebaran Idulfitri)," kata Airlangga dalam konferensi persnya usai ratas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Kebijakan WFA ini, bertujuan untuk meminimalisir kepadatan mobilitas masyarakat saat libur Hari Raya yang bersamaan. Untuk itu Menko Perekonomian Airlangga berharap, agar masyarakat dapat mempersiapkan skema libur Hari Raya dengan baik.

"Dengan demikian, kita bisa menyiapkan perencanaan menjelang hari-H," ujarnya. Selain kebijakan WFA, Airlangga menuturkan pemerintah juga memberikan kebijakan diskon sejumlah moda transportasi.

Total anggaran yang disiapkan dalam pemberian diskon tersebut mencapai Rp911,16 Miliar. Dirincikannya, untuk moda transportasi Kereta Api Indonesia (KAI), mendapatkan diskon sebesar 30 persen dari harga tiket.

Dalam hal ini ditargetkan, sebanyak 1,2 juta masyarakat pengguna layanan jasa KAI akan mendapatkan diskon tersebut. Selain itu untuk moda transportasi angkutan laut, mendapatkan diskon sebesar 30 persen dari harga tiketnya.

Setidaknya dalam diskon ini, menyasar 445.000 penumpang angkutan laut. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan diskon terhadap angkutan penyebrangan dari ASDP.

Menko Perekonomian menyatakan untuk angkutan penyebrangan ASDP, akan mendapatkan diskon 100 persen, bagi 945.000 unit kendaraan. Moda transportasi lainnya yakni angkutan udara, akan mendapatkan diskon berkisar 17-18 persen dari harga tiket.

Sementara untuk diskon pengguna jalan Tol dijelaskannya, mendapatkan diskon dengan kisaran 30 persen. Relaksasi ini diberikan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan Ramanda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....