Pemerintah Atur Takbiran, Jaga Kenyamanan Nyepi di Bali

  • 19 Mar 2026 16:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi 2026 di Bali berjalan aman dan harmonis, melalui koordinasi serta seruan bersama lintas pihak.
  • Takbiran tetap diperbolehkan dengan pembatasan, seperti tanpa pengeras suara, tidak berkeliling, dan tanpa kendaraan sebagai bentuk penghormatan terhadap Nyepi.
  • Waktu Salat Id disesuaikan setelah Nyepi berakhir, mencerminkan tingginya toleransi dan kesepakatan antarumat beragama di Bali.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan pelaksanaan Idul Fitri dan Nyepi Maret 2026 berjalan aman, harmonis, khususnya di Provinsi Bali. Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Kementerian Agama, Muhammad Adib Abdushomad.

Ia mengatakan, pemerintah bersama sejumlah pihak telah menerbitkan seruan bersama sebagai langkah antisipasi. Terutama terkait pelaksanaan malam takbiran.

Dalam kesepakatan tersebut, umat Islam yang merayakan Idulfitri di Bali diperbolehkan melaksanakan takbiran. Namun tetap menghormati suasana Nyepi.

"Adanya kesepakatan bahwa umat Islam yang merayakan hari raya Idulfitri di Bali dipersilakan untuk melaksanakan takbiran. Tetapi tidak melakukan dengan pengeras suara, atau berjalan kaki," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 19 Maret 2026.

Ia menjelaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi yang identik dengan keheningan total. Pemerintah juga telah melakukan koordinasi langsung di lapangan bersama pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

Dalam peninjauan lapangan, tokoh adat dan masyarakat Bali menyatakan praktik toleransi antarumat beragama telah menjadi hal yang biasa.

"Sosialisasi telah dilakukan dan masyarakat dinilai sudah memahami aturan yang disepakati bersama," ucapnya.

Sementara itu, sejumlah organisasi masyarakat Islam juga menyesuaikan waktu pelaksanaan Salat Id. Ibadah tersebut direncanakan digelar lebih siang, setelah berakhirnya Nyepi, guna menjaga ketertiban dan menghormati umat Hindu.

"Pelaksanaan Salat Id direncanakan lebih siang setelah Nyepi berakhir, sebagai bentuk penghormatan. Kami yakin masyarakat Indonesia mampu menjaga kerukunan dalam perbedaan," ujarnya.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali memastikan pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah tetap digelar, Jumat, 20 Maret 2026. Ketua PWM Bali, Husnul Fahmi, mengatakan salat Id akan dilaksanakan sekitar satu jam setelah Nyepi berakhir.

"Insyaallah kami laksanakan (salat Id) Jumat pagi. Setelah nyepi, jam 6 pagi. Panitia mulai bergerak ke lokasi tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri di masing-masing wilayahnya," ucapnya, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....