Pemerintah Pastikan Nyepi dan Takbiran Berlangsung Aman dan Damai
- 19 Mar 2026 09:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Saat Hari Raya Nyepi, seluruh aktivitas di luar rumah berhenti dan tempat makan tutup, sehingga persiapan makanan sangat penting.
- Antisipasi kepadatan dan arus mudik diperkuat, terutama bagi pemudik yang melintasi Bali, dengan imbauan menjaga dan menghormati ibadah umat Hindu.
- Pemerintah dan Kementerian Agama Republik Indonesia menekankan pentingnya toleransi, serta menjadikan Nyepi sebagai momentum memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk memastikan momentum keagamaan pada 19 Maret 2026 berjalan aman dan damai. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Prof. Warsito.
Ia mengatakan bahwa momentum tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi serta malam takbiran menjelang Idulfitri. "Sejak sebelum Ramadan, kami telah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan perayaan keagaamaan berjalan aman," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 19 Maret 2026
Tidak hanya itu, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri menjadi pilar utama bersama kementerian lain. Keduanya mengantisipasi kepadatan dan menjaga toleransi antarumat beragama.
Pemerintah juga mengantisipasi arus mudik, khususnya masyarakat dari wilayah timur Indonesia yang melintasi Bali. Para pemudik diimbau untuk memahami dan menghormati pelaksanaan ibadah umat Hindu selama Nyepi.
"Bangsa ini memiliki pemahaman yang sangat tinggi terhadap perbedaan praktik beragama dalam hal ini adalah misalkan antarumat beragama. Sehingga ketika mengetahui akan ada hari raya nyepi, umat yang muslim tentu sudah mempersiapkan," ujarnya.
Pemerintah optimistis masyarakat Indonesia memiliki tingkat toleransi yang tinggi dalam menyikapi perbedaan praktik keagamaan. Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan saling menghormati.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Demikian disampaikan oleh Menteri Agama (Menag), Nassarudin Umar.
Ia mentakanan bahwa perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa. Hal ini dikarenakan berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan serta berdekatan dengan Idulfitri 1447 H.
"Ini bukan sekadar kebetulan. Melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....