Hari Raya Nyepi, Candi Prambanan Tutup Total Besok
- 18 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Candi Prambanan ditutup total saat Hari Raya Nyepi (19 Maret 2026) sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan Catur Brata Penyepian.
- Seluruh aktivitas wisata dihentikan dan kawasan disterilkan, termasuk pemadaman listrik untuk menjaga suasana hening selama Nyepi.
- Kawasan Prambanan menjadi pusat upacara Tawur Agung Kesanga, yang diikuti sekitar 30.000 umat dan didukung Parisada Hindu Dharma Indonesia sebagai bagian rangkaian menyambut Nyepi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Objek wisata Candi Prambanan akan ditutup total pada 19 Maret 2026. Penutupan ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
Penutupan objek wisata tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan Catur Brata Penyepian. Demikian disampaikan oleh Plt Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM) Joel Siahaan.
"Kami sudah koordinasi bahwa pada saat Hari Nyepi. Candi Prambanan tidak buka, tertutup untuk para pengunjung," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 18 Maret 2026.
Selama Nyepi, seluruh aktivitas wisata di kawasan candi dihentikan. Pengelola melakukan sterilisasi area dan pemadaman listrik total untuk menjaga suasana hening yang menjadi inti ibadah umat Hindu.
Sebelum Nyepi, kawasan Prambanan akan menjadi pusat pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Nyepi.
Direktur Komersial IDM, Gistang Panutur, menyebut acara tersebut digelar bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Termasuk prosesi ogoh-ogoh.
"Momentum Tawur Agung ini akan dihadiri umat Hindu dari berbagai wilayah. Dan menjadikan Prambanan sebagai pusat orientasi spiritual sebelum Nyepi," ujarnya.
Ia menambahkan, penutupan ini merupakan bagian dari pengelolaan destinasi berbasis budaya yang tetap mengedepankan nilai spiritual. Sementara itu, Lapangan Wisnu Mandala di Kawasan Candi Prambanan Klaten menjadi pusat perhatian ribuan umat Hindu.
Sebanyak kurang lebih 30.000 umat menghadiri Upacara Tawur Agung Kesanga Nasional. Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Ritual yang menjadi bagian dari upacara Bhuta Yadnya ini bertujuan untuk mensucikan alam semesta. Serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana).
Ketua PHDI Jawa Tengah Tri Wahono menjelaskan, esensi Tawur Agung adalah pembersihan alam semesta. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemprov Jateng.
"Makna Tawur Agung itu pembersihan alam semesta sebelum kita memasuki Catur Brata Penyepian. Kita mengambil tirta (air suci) ke Prambanan agar kita kembali menjadi jiwa-jiwa yang bersih," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....