Stok Pangan Dipastikan Aman, Harga Terjaga Menyambut Nyepi dan Idulfitri 2026

  • 19 Mar 2026 00:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, memastikan stok dan harga pangan strategis aman terkendali
  • Kepastian stok dan harga pangan strategis ini, untuk menghadapi Hari Raya Nyepi dan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah
  • Salah satu komoditas yang dipastikan pasokan dan harganya terkendali yakni komoditas beras

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), menjamin ketersediaan stok dan stabilitas harga sejumlah komoditas pangan strategis. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, dalam konferensi pers kesiapan update infrastruktur, dan stabilitas harga pangan.

Kepastian ini dijelaskannya, dalam mempersiapkan kebutuhan pangan masyarakat menyambut Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Wamentan menegaskan bahwa kecukupan dari komoditas strategis dan harganya, akan dijual tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Seluruh komoditas strategis beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau daging kebau, telur, gula, dan minyak goreng menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah sebentar lagi ini, kami sampaikan dalam kondisi aman," kata Sudaryono saat konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu ia menuturkan, indikator stok pangan dan harga sejumlah komoditas yang dinyatakan aman dan terkendali. Wamentan mengatakan, bahwa pihaknya memastikan pasokan aman dan harga yang sesuai dengan ketentuan itu, merujuk pada dua hal.

"Yang pertama pasokannya cukup. Yang kedua kita mengupayakan dan menjaga agar harga pasokannya cukup dan harganya sesuai dengan HET, terkendali dan terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu komoditas yang sangat diyakininya akan memenuhi kebutuhan masyarakat saat Hari Raya, adalah komoditas beras. Dijelaskan Wamentan kepastian pasokan dan harga yang terkendali pada komoditas ini, disebabkan hasil produksi beras yang berlimpah.

"Misalnya untuk beras, saat ini di gudang bulog cadangan beras pemerintah sudah mencapai 4 juta ton lebih. Memang tahun lalu tertingginya di 4,2 juta ton, saya kira nanti ini proyeksinya sampai dengan 6 juta ton bisa disimpan di gudang bulog," imbuh Wamentan Sudaryono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....