Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia Bernilai Rp3,4 Triliun
- 31 Agt 2026 01:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia menandatangani kesepakatan ekspor beras premium ke Malaysia senilai Rp3,4 triliun.
- Proyeksi FAO mencatat produksi beras Indonesia mencapai 38,6 juta ton pada periode 2026/2027.
- Pemerintah memastikan cadangan beras nasional sebanyak 5,2 juta ton aman hingga Mei 2027.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman terkait ekspor 1.000 ton beras jenis premium ke negara Malaysia. Kesepakatan perdagangan antarnegara tersebut membuka potensi pengiriman beras mencapai 200.000 ton bernilai Rp3,4 triliun.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI merilis perkembangan sektor pangan nasional pada Senin, 31 Agustus 2026. Penguatan hasil produksi domestik memberikan ruang bagi Indonesia dalam memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan keterangan resmi mengenai ekspor ini. Peningkatan hasil panen nasional memberikan landasan sangat kuat bagi penguatan ekosistem pangan skala global.
"Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan," kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8).
Qodari menjelaskan bahwa proyeksi lembaga pangan dunia mencatatkan peningkatan produksi beras nasional secara berkesinambungan. Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan produksi beras Indonesia 2026/2027 mencapai 38,6 juta ton.
"Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor," ucapnya.
Ia memaparkan bahwa lompatan produksi tersebut sebesar 4,6 juta ton dari capaian 34 juta ton. Lembaga internasional menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia di bawah Tiongkok.
"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," ujar Qodari.
Qodari menambahkan bahwa persediaan cadangan beras nasional saat ini tercatat mencapai sekitar 5,2 juta ton. Ketersediaan pasokan pangan yang melimpah tersebut dipastikan aman hingga memasuki bulan Mei tahun 2027.
"Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan produktivitas berkelanjutan, menjaga harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas akses pasar, serta bagaimana seluruh pencapaian ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Dia menyatakan bahwa pencapaian ekspor pasar luar negeri ini bukan merupakan sebuah tujuan akhir pemerintah. Upaya berkelanjutan terus dilakukan pemerintah demi mewujudkan kedaulatan serta kemakmuran seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
"Di usia 81 tahun kemerdekaan, dari ketahanan pangan, kita membangun kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....