KSP: 220.857 Rumah Tangga Masyarakat Miskin Terpasang Instalansi Listrik
- 19 Mar 2026 00:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, sebanyak 220.857 rumah tangga masyarakat miskin telah terpasang instalansi listrik
- Sebanyak 220.845 rumah tangga masyarakat miskin telah menikmati listrik
- Pemasangan instalansi listrik ini dilakukan dalam program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), dengan menyasar rumah tangga masyarakat miskin
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, sebanyak 220.857 rumah tangga masyarakat miskin telah terpasang instalansi listrik. Hal ini dijelaskannya, berkat pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), yang tengah digencarkan pemerintah.
Qodari mengungkapkan, berdasarkan data hingga 11 Maret 2026, realisasi pelaksanaan BPLB dengan pemasangan instalansi listrik mencapai 220.845 rumah. Meski hal tersebut merupakan sebuah capaian karena telah melampaui target, namun pemerintah akan terus menggenjot pelaksanaan program tersebut.
"Instalasi listrik telah terpasang di 220.857 rumah tangga atau 102,72 persen, dengan 220.845 rumah tangga sudah menikmati listrik. Secara umum capaiannya telah melampaui target, dengan penyelesaian program dijadwalkan pada 31 Maret 2026," kata Qodari dalam konferensi persnya di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurut KSP Qodari, bahwa pelaksanaan program ini setiap tahunnya terus mengalami progres yang signifikan. Tercatat dari pelaksanaanya di tahun 2022 dengan target 80.000 rumah, namun realisasinya bahkan mencapai 80.183 rumah tangga masyarakat miskin.
Ia juga turut memaparkan pelaksanaan program BPLB di tahun 2023, yang juga melebihi target instalansi listrik. Qodari menyebut bahwa di tahun 2023, realisasi BPLB mencapai 131.600 rumah, dengan target awal 125.000 rumah tangga.
"Tahun 2024, target 150.000 rumah, realisasi 155.429 rumah tangga. Pada 2025, target awal 215.000 rumah tangga dioptimalkan menjadi 220.857 rumah tangga," ujarnya.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Qodari memastikan bahwa pemerintah menargetkan realisasinya untuk mensejahterakan masyarakat miskin. Sebab dengan teralirinya kelistrikan ini, akan memberikan dampak positif bagi kebutuhan dan pertumbuhan rumah tangga masyarakat miskin.
"Kehadiran listrik juga mendorong aktivitas ekonomi, mendukung pembelajaran anak di malam hari, serta meningkatkan kualitas hidup. Secara nasional program ini turut memperkuat ketahanan energi melalui peluasan akses listrik bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani," imbuh KSP Qodari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....