Dewan Tafkir PP Persis Apresiasi Keseriusan Polri Tangani Kasus Air Keras

  • 18 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dewan Tafkir PP Persis, Nizar Ahmad Saputra mengapresiasi keseriusan Polri mengungkap kasus penyiraman air keras
  • Kasus ini menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
  • Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin menegaskan, keaslian bukti

RRI.CO.ID, Jakarta - Dewan Tafkir PP Persis, Nizar Ahmad Saputra mengapresiasi keseriusan Polri mengungkap kasus penyiraman air keras. Kasus ini menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) , Andrie Yunus.

Menurut Nizar, langkah cepat dan transparan Polri menjadi sinyal positif bagi publik. Setiap tindak kekerasan terhadap aktivis diyakini akan ditangani secara serius dan profesional.

“Kami melihat ada kesungguhan dan kehati-hatian dalam proses penegakan hukum ini. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam pengungkapan, kepolisian menampilkan bukti visual berupa rekaman CCTV pergerakan pelaku. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas sebelum dan sesudah kejadian secara jelas.

Sebagai penutup, Nizar kembali menyampaikan apresiasi atas profesionalitas Polri dalam kasus ini. Ia menilai keseriusan tersebut tetap terjaga, terutama di momentum Bulan Ramadhan.

“Keseriusan Polri dalam mengungkap kasus ini terlebih di saat Ramadhan menunjukkan komitmen moral dan integritas yang tinggi. Apa yang dilakukan jajaran kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, merupakan langkah nyata, patut diapresiasi dalam menjaga rasa keadilan dan keamanan masyarakat,” ucapnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin menegaskan, keaslian bukti. Ia memastikan seluruh rekaman yang ditampilkan merupakan data autentik.

“Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. Kami tekankan kepada rekan-rekan sekalian, ini sama sekali tidak dilakukan perubahan atau pengolahan. Sehingga kami dapat pertanggungjawabkan ini bukan hasil artificial intelligence,” ucapnya.

Ia menambahkan seluruh rekaman diambil dari jalur yang dilalui para pelaku. Proses pengambilan data dilakukan dari kamera pengawas di sepanjang rute tersebut.

“Ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui para pelaku. Sehingga bukan hasil artificial intelligence,” ujarnya, menegaskan integritas penyelidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....