Masyarakat Diminta Tak Panic Buying, Jaga Stabilitas BBM
- 18 Mar 2026 19:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta : Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi mengingatkan masyarakat tidak membeli BBM berlebihan menjelang Lebaran Idulfitri 2026 demi menjaga stabilitas pasokan nasional. Ia menilai, panic buying justru berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
“Panic buying itu tidak etis. Itu justru akan memperparah kondisi karena bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” kata Tulus Abadi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan BBM. Ia menegaskan, perilaku membeli secara berlebihan dapat menyebabkan distribusi tidak merata dan menimbulkan masalah baru di tengah situasi sensitif.
“Kalau tangki sudah penuh, tidak perlu menimbun lagi. Apalagi sampai menyimpan dalam wadah tambahan secara berlebihan,” ucapnya.
Sebagai langkah mitigasi, Tulus mendorong masyarakat beradaptasi kondisi dengan menghemat penggunaan BBM serta beralih ke transportasi umum. Ia menegaskan bahwa praktik penimbunan BBM tidak dapat dibenarkan, baik dari sisi etika maupun dampaknya terhadap masyarakat luas.
“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat perlu melakukan mitigasi, misalnya beralih ke transportasi umum atau menggunakan energi secara lebih efisien. Penimbunan maupun panic buying adalah perilaku yang tidak layak, apalagi dalam situasi sensitif seperti ini,” ujarnya.
Selain itu, Tulus juga meminta pemerintah memperbaiki strategi komunikasi publik terkait kondisi pasokan BBM nasional. Ia menilai, informasi yang tidak konsisten justru memicu keresahan di masyarakat.
“Perlu ada komunikasi yang terpusat. Siapa pun yang ditunjuk harus menyampaikan informasi secara akurat dan tidak menimbulkan kebingungan di publik,” ucap Tulus menegaskan.
Lebih lanjut, ia menyoroti kesalahpahaman yang berkembang terkait informasi cadangan BBM yang disebut hanya cukup untuk 21 hari. Menurut Tulus, hal tersebut merupakan cadangan operasional, bukan cadangan nasional.
“Yang dimaksud 21 hari itu sebenarnya cadangan operasional, bukan cadangan nasional. Ini yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi kelangkaan,” ujarnya.
Sementara, Pemerintah memastikan keamanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) jelang Hari Raya Idulfitri 2026. Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak," kata Bahlil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....