Pertamina Siapkan Sumber Impor Alternatif Antisipasi Gangguan Selat Hormuz

  • 12 Mar 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional dengan membuka peluang sumber impor alternatif. Di tengah dinamika distribusi energi global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dilakukan menyusul potensi gangguan jalur pelayaran energi dunia di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute strategis pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara konsumen. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan perusahaan telah mempersiapkan strategi diversifikasi pasokan energi guna memastikan ketersediaan stok tetap aman.

“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain. Supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” kata Simon, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pasokan energi Indonesia tidak hanya berasal dari kawasan Timur Tengah. Pertamina juga memperoleh suplai dari berbagai wilayah lain seperti Afrika, Amerika Serikat, serta sejumlah kawasan penghasil energi lainnya.

“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” ujarnya.

Ketegangan di Timur Tengah sebelumnya sempat memicu gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Pemerintah mencatat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini dikirim melalui jalur Selat Hormuz. Karena itu potensi gangguan di jalur tersebut menjadi perhatian serius dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Upaya pencarian sumber impor alternatif juga dilakukan setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih berada di kawasan Teluk Arab. Kedua kapal tersebut dilaporkan belum dapat melintasi Selat Hormuz akibat situasi keamanan di kawasan tersebut.

Dua kapal yang dimaksud adalah very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK serta kapal Gamsunoro yang berada di bawah manajemen Synergy Ship Management. Berdasarkan laporan PIS pada Senin (2/3), Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan minyak dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.

Sementara kapal Gamsunoro masih menjalani proses pemuatan minyak di Khor al Zubair, Irak. Di sisi lain dua kapal PIS lainnya, yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani, dilaporkan berada di luar kawasan perairan Timur Tengah.

Pertamina menegaskan bahwa aspek keselamatan awak kapal dan keamanan kargo menjadi prioritas utama dalam situasi tersebut. "Yang menjadi perhatian kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami," ucap Simon.

Ia menambahkan perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tetap terpantau.

Saat ini Pertamina International Shipping mengoperasikan sekitar 345 kapal untuk mendukung distribusi energi nasional dan internasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 266 kapal melayani pengangkutan BBM dan avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 kapal melayani distribusi LPG, serta tujuh kapal mendukung pengangkutan petrokimia dan berfungsi sebagai floating storage.

Selain mengamankan pasokan melalui jalur impor, Pertamina juga terus mendorong peningkatan produksi energi domestik.

Salah satunya melalui optimalisasi produksi di sejumlah blok migas strategis di dalam negeri.

“Kita kan punya kerja sama di Blok Cepu ya. Jadi sama-sama harus maksimal,” ucap Simon.

Ia menambahkan dengan penambahan fasilitas produksi di blok tersebut diharapkan kapasitas produksi energi nasional dapat terus meningkat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....