Krisis Konflik Geopolitik, Presiden Ingatkan Momentum Perkuat Kemandirian
- 12 Mar 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai berbagai konflik geopolitik yang terjadi berpotensi menyebabkan krisis yang berdampak pada banyak negara. Namun Presiden menilai krisis tidak selalu berdampak negatif, tetapi justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional.
"Krisis adalah ujian, batu loncatan, yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah, saya percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa dan kita mampu keluar dari krisis ini," ujar Presiden dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Presiden, ketidakpastian global harus dijawab dengan mempercepat program swasembada pangan dan energi. Presiden menilai kedua sektor tersebut dinilai sangat krusial dalam menghadapi situasi krisis dunia.
"Kita akan keluar dari krisis ini semakin kuat, krisis ini menurut saya adalah suatu blessing in disguise. Memang penuh tantangan, tapi memaksa kita mempercepat niat-niat baik," kata Presiden Prabowo.
Presiden menyebut Indonesia telah mencatat kemajuan dalam program kemandirian pangan, khususnya beras. Pemerintah kini menargetkan swasembada komoditas lain seperti jagung dan bahan pangan strategis lainnya.
"Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya rencana swasembada energi, yakin kita akan tercapai dalam empat tahun lagi, tapi kita harus percepat," kata Presiden.
"Kita punya banyak alternatif. Kita yakin bisa atasi masalah ini," ucap Presiden Prabowo.
Di sektor energi, pemerintah mendorong pemanfaatan sumber daya domestik sebagai bahan bakar alternatif. Komoditas seperti kelapa sawit dan singkong disebut memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.
Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan berbagai sumber energi terbarukan. Potensi panas bumi dan energi surya, menurut Presiden, memiliki potensi sangat besar untuk mendukung transisi energi nasional.
"Kita punya kelapa sawit yang sangat banyak, kita punya singkong yang cukup, kita bisa dapat BBM dari jagung, tebu. Kita punya geothermal yang sangat besar, terbesar kedua di dunia, belum dieksploitasi sepenuhnya," ujar Presiden.
Secara khusus, Presiden juga menargetkan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Pemerintah berencana membangun kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt dalam waktu singkat.
"Kita akan melaksanakan elektrifikasi, energi terbarukan dari surya, dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan membangun energi 100 GW. Itu sudah perintah saya, keputusan saya kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini," ucap Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....