Pemuda Muslim Rumuskan Aksi Transisi Energi Berkeadilan

  • 12 Mar 2026 07:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 30 pemuda Muslim mengikuti kegiatan Bengkel Hijrah Iklim di Bandung. Kegiatan ini mendorong aksi transisi energi berkeadilan berbasis nilai keislaman.

Program tersebut digelar oleh Ruang untuk Transisi Energi Berkeadilan Jabar bersama MOSAIC. Kegiatan juga didukung Ruang Eskalasi dan AktivAsia.

Pesantren kilat berlangsung selama tiga hari pada 9 hingga 11 Maret 2026, di Ecocamp Dago, Bandung. Project Lead Ruang untuk Transisi Energi Berkeadilan Jabar, Erland Fabian, mengatakan, kegiatan ini untuk mengajak generasi muda merefleksikan nilai agama untuk merespons krisis iklim.

“Di bulan suci ini kami mengajak pemuda memperkuat wawasan lingkungan melalui nilai Islam. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan kepemimpinan muda untuk gerakan keadilan ekologis," kata Erlanda dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Selain itu, lanjut dia, isu hubungan manusia dan alam juga dibahas melalui sesi bedah buku. Diskusi tersebut mengangkat tema fikih transisi energi berkeadilan.

Sementara itu, Pengurus Majelis Tarjih Muhammadiyah, Niki Alma Febriana Fauzi menjelaskan hubungan teologi Islam dengan kelestarian bumi. Ia menilai menjaga alam merupakan bagian dari ibadah manusia.

“Hubungan manusia dengan alam tidak sekadar mengelola. Namun juga merawat sebagai amanah,” kata Niki.

Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Indonesia Lead AktivAsia, Didit Wicaksono mengatakan, di era digital sekarang gelombang informasi mengalir begitu deras. Untuk itu, lanjut dia, pentingnya anak-anak muda memanfaatkan ruang ini sebagai media kampanye positif.

"Sekaligus membangun narasi yang kuat khususnya di isu lingkungan dan transisi energi berkeadilan. Oleh karena itu pesantren kilat ini menjadi wadah yang pas untuk menjembatani kebutuhan tersebut," kata Didit.

Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, menyebut kegiatan ini telah digelar di beberapa kota. Sebelumnya program serupa dilaksanakan di Bogor, Yogyakarta, dan Semarang.

“Kami berharap melalui Bengkel Hijrah Iklim ini lahir banyak kader muslim muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan saleh secara spiritual. Namun juga tangguh dalam memperjuangkan kelestarian bumi dan keadilan energi di Indonesia," kata Aldy.

Adapun peserta berasal dari kalangan pemuda Muslim dengan latar belakang aktivis sosial dan lingkungan. Mereka juga mewakili berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan.

Kegiatan memadukan penguatan spiritual dengan pembahasan krisis iklim global. Peserta mengikuti ibadah, diskusi lingkungan, praktik ekologis, dan pelatihan kampanye.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....