Pemerintah Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang

  • 12 Mar 2026 07:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menjelaskan puncak arus mudik tahun ini diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14-15 Maret, dan gelombang kedua diperkirakan berlangsung 18-19 Maret 2026.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memprediksi mobilitas masyarakat mencapai ratusan juta perjalanan. Pergerakan terbesar diperkirakan menuju sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Lalu untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret. Lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ucap AHY dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

AHY juga menyebut potensi perjalanan mudik tahun ini mencapai 143,9 juta. Perkiraan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

"Diperkirakan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik lebaran. Yang paling banyak akan mudik ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, lalu Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan," kata AHY

Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik. Salah satu upaya yang dipertimbangkan yakni penerapan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

"Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai pakai stay dengan cara memberlakukan work from anywhere. Intinya, kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem," ucapnya.

Dari sisi moda transportasi, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik. Sekitar 52 persen pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi menuju kampung halaman.

"Lalu dihadapkan pada moda transportasi yang digunakan. Tetap yang sangat dominan adalah menggunakan mobil-mobil pribadi, diperkirakan 52 persennya sendiri," ujar AHY.

Setelah mobil pribadi, moda transportasi lain yang cukup banyak digunakan adalah sepeda motor dan bus umum. Selain itu masyarakat juga memanfaatkan moda transportasi lain seperti kapal penyeberangan, pesawat, dan kereta api.

"Jadi bisa dibayangkan bahwa memang bicara mudik berarti beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional. Termasuk jalan-jalan arteri yang kemudian akan digunakan menuju ke kabupaten/kota tujuan masyarakat," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....