Ketahanan Nasional, Kebijakan Kedaulatan Pangan Diminta Ditempatkan Integral

  • 11 Mar 2026 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan menegaskan, kebijakan kedaulatan pangan harus ditempatkan bagian integral dari ketahanan nasional. Terlebih, dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah.

“Ini sekaligus alarm kepada kita, agar tetap konsern kepada produksi dalam negeri, jangan tergantung impor. Agar kebijakan kedaulatan pangan kita itu harus masuk di dalam satu tatanan ketahanan nasional," kata politikus PKS ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Gejolak kenaikan harga minyak dunia akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, menurutnya, harus segera diantisipasi. Jika BBM di Indonesia naik, hal tersebut akan membuat biaya distribusi pangan membengkak.

"Jika tidak diantisipasi sejak dini, dapat memperburuk disparitas harga antarwilayah. Dengan meningkatnya harga minyak, maka juga ini akan nanti berdampak kepada terhambatnya distribusi kita," ucap Johan.

Kemudian, ia menekankan, pentingnya memperkuat produksi pangan dalam negeri. Komisi IV DPR, dipastikannya, mendorong pemerintah membuat langkah antisipatif sejak dini.

"Komisi IV DPR akan terus mendorong langkah antisipatif pemerintah agar gejolak global tidak berujung pada tekanan berat. Yakni, bagi petani maupun konsumen di dalam negeri," ujar Johan.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memastikan, pasokan pangan nasional tetap terjaga. Stabilitas pangan dipertahankan meski dunia menghadapi ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Ancaman perubahan iklim juga menjadi perhatian pemerintah. Seperti, fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi tahun 2026 ini.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, pangan nasional aman. Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi.

Ia mengatakan pemerintah menghadapi dua tantangan besar seperti adalah geopolitik global dan potensi El Nino. “Dua kondisi ini harus kita jawab bersama,” ucap Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 6 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....