DPR Dorong Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Biaya dan Logistik Haji 2026

  • 11 Mar 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mendorong, pemerintah menyiapkan skenario darurat pembiayaan dan logistik haji 2026. Strategi jitu penting diwujudkan, guna meredam tantangan eskalasi konflik geopolitik kawasan Timur Tengah.

"Pemerintah harus menyiapkan berbagai opsi sejak sekarang, mulai dari koordinasi diplomatik, kesiapan maskapai, hingga skema pembiayaan darurat. Agar, kepastian dan keselamatan jamaah tetap terjamin,” kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menilai, skenario darurat penting dilakukan guna mengatasi potensi jamaah haji Indonesia tertahan lama di Arab Saudi. Pernyataan tegas Selly ini, menyoroti Indonesia setiap tahunnya memberangkatkan sekitar 210.000 jamaah haji.

"Apabila terjadi situasi luar biasa yang menyebabkan jamaah tertahan di luar skema normal, akan muncul pertanyaan besar. Mengenai pembiayaan akomodasi, konsumsi, dan transportasi tambahan," ucap Selly.

Dalam kondisi pelik tersebut, menurutnya, pemerintah tidak bisa serta merta membebankan seluruhnya kepada dana yang dikelola oleh BPKH. Oleh karenanya, dana haji harus dijaga keberlanjutannya.

"Jangan sampai seluruh sumber daya keuangan digunakan untuk menyelamatkan situasi jangka pendek. Tetapi pada tahun berikutnya justru tidak tersedia dana yang cukup untuk memberangkatkan jamaah,” ujar Selly.

Sebelumnya diberitakan, Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario terkait pelaksanaan ibadah haji 2026. Skenario ini dipersiapkan menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Kendati demikian, Dahnil tak mengungkap skenario apa saja yang dipersiapkan oleh Kemenhaj. Di samping skenario, pihaknya fokus membangun komunikasi dengan Saudi untuk mendapatkan informasi terkait pelaksanaan ibadah haji 2026.

"Berbagai skenario sedang kami persiapkan. Termasuk pembicaraan dengan pihak Saudi Arabia (sedang disiapkan)," kata Dahnil dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu 7 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....