DPR RI Tinjau Gudang Bulog Jombang, Stok Beras Dipastikan Aman jelang Lebaran

  • 10 Mar 2026 16:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati memastikan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Jombang dan Jawa Timur menjelang Idulfitri dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan setelah melakukan inspeksi mendadak ke gudang Perum Bulog Mojongapit di Kabupaten Jombang, Senin, 9 Maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Sadarestuwati meninjau langsung cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog. Ia juga melihat proses penyerapan gabah dari petani yang dilakukan Bulog sebagai bagian dari menjaga pasokan pangan.

Menurut Sadarestuwati, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Mojongapit saat ini mencapai sekitar 65 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu cukup panjang ke depan.

“Stok di Bulog sekitar 65 ribu ton. Jumlah itu aman hingga tahun depan, apalagi nanti masih ada tambahan dari panen raya tahun ini,” ujarnya setelah melakukan inspeksi mendadak ke gudang Perum Bulog Mojongapit di Kabupaten Jombang, Senin, 9 Maret 2026.

Selain memeriksa cadangan beras, Sadarestuwati juga menyoroti rencana penyerapan gabah baru yang akan dilakukan Bulog pada tahun 2026. Saat ini Bulog menyiapkan penyerapan sekitar 25 ribu ton gabah dari hasil panen para petani.

Ia juga menepis anggapan sebagian masyarakat yang menilai kualitas beras Bulog lebih rendah dibandingkan beras lainnya. Menurutnya, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, beras yang tersedia masih sangat layak dikonsumsi masyarakat.

Sadarestuwati menegaskan peran Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran. Karena itu, Bulog diharapkan terus menjalankan fungsi penyerapan gabah hingga menyalurkan beras ke pasar.

Ia juga melakukan sidak ke Pasar Pon Jombang untuk memantau harga kebutuhan pokok. Di pasar tersebut, beras program SPHP dijual sekitar Rp57 ribu hingga Rp58 ribu per kemasan lima kilogram.

Harga tersebut setara sekitar Rp11.500 hingga Rp11.600 per kilogram dan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ia juga memastikan minyak goreng merek ‘Minyak Kita’ yang didistribusikan melalui Bulog dijual sesuai ketentuan harga resmi.

“Para pedagang juga senang menjual beras SPHP karena harganya masih sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat saat ini. Karena ekonomi kita memang sedang tidak baik-baik saja,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....