Kementerian Pertanian Kawal Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Gorontalo

  • 10 Mar 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengawal pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Gorontalo. Program ini bertujuan memperkuat posisi peternak rakyat dalam industri peternakan nasional.

Kementan berharap, langkah tersebut memberi kepastian usaha bagi peternak. Termasuk akses pasar yang diperluas untuk meningkatkan kesejahteraan peternak daerah.

Komitmen ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Penandatanganan dilakukan dalam pertemuan bersama Kementan dan PT Berdikari di Wisma Danatara Indonesia, Kamis 5 Maret 2026.

Kesepakatan tersebut menjadi awal pengembangan industri ayam terintegrasi di Gorontalo. Melalui skema ini, pengembangan peternakan dilakukan secara menyeluruh, dimana prosesnya dimulai dari penyediaan pakan hingga pengolahan produk.

Model ini juga diharapkan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien. Selain itu, peran peternak lokal juga diperkuat dalam ekosistem industri peternakan modern.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menegaskan,pemerintah hadir mendukung program ini. Hilirisasi ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi peternak rakyat.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, negara hadir dalam hilirisasi ayam terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan,” ucapnya. Menurut Agung, pengembangan industri ayam terintegrasi penting bagi usaha peternakan rakyat.

Sistem ini membuat usaha lebih efisien dan memiliki kepastian pasar.“Pemerintah ingin peternak rakyat terlindungi dan diberdayakan dalam sistem produksi modern,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan dukungan pemerintah pusat penting bagi pembangunan sektor peternakan daerah. Ia menilai, daerahnya memiliki potensi besar untuk pengembangan industri ayam.

Ia mengatakan, produksi jagung di Gorontalo mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Komoditas ini menjadi bahan baku utama pakan ternak.

“Dengan dukungan program ini, kami optimistis sektor pertanian dan peternakan Gorontalo terus berkembang,” kata Gusnar. Ia menilai hilirisasi industri dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID FOOD Ghimoyo mengatakan pihaknya memprioritaskan mitra local dalam program ini. Langkah ini bertujuan memperkuat pelaku usaha daerah.

“Jika ada mitra berminat, kami memprioritaskan mitra lokal Gorontalo agar manfaat ekonomi dirasakan masyarakat,” ucapnya. Ia menambahkan proyek ini juga mendukung program prioritas nasional, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan pasokan ayam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....