Kisah Mendikdasmen sejak Kecil Belajar Bahasa Inggris dari Siaran Radio

  • 08 Mar 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengaku memiliki kedekatan khusus dengan dunia radio sejak kecil. Ia bahkan menyebut radio berperan penting dalam proses belajarnya, termasuk mempelajari bahasa asing.

Mu’ti mengatakan dirinya rutin mendengarkan siaran Radio Republik Indonesia (RRI) dan radio internasional setiap pagi sebelum subuh. Kebiasaan tersebut membuatnya terbiasa mendengar bahasa Inggris hingga akhirnya mampu menggunakannya dengan baik.

"Saya itu belajar Bahasa Inggris sampai akhirnya saya punya kemampuan Bahasa Inggris yang lumayan. Karena tiap pagi sebelum subuh mendengarkan radio," kata Mu’ti saat bercerita dalam podcast PRO3 Siniar, Kamis, 5 Maret ini 2026.

Menurut Mu'ti, radio menjadi sumber belajar yang mudah diakses masyarakat pada masa itu. "English from Radio Australia itu yang saya dengarkan setiap pagi sebelum subuh," ujarnya.

Selain belajar bahasa, Mu’ti juga aktif mengikuti program kelompok pendengar radio di kampungnya. Ia tergabung dalam kegiatan Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) yang populer pada masa itu.

"Saya dulu anggota Kelompencapir di kampung. Saya mengikuti siaran dari RRI tentang berbagai hal," ucap Mu'ti.

Kegiatan tersebut juga mendorongnya aktif membaca surat kabar dan mengumpulkan kliping berita. Bahkan, ia pernah membantu merintis perpustakaan desa dengan mengumpulkan koran dan buku dari pemerintah.

"Saya ambil koran, saya kliping. Kemudian saya taruh di perpustakaan desa," katanya.

Mu’ti juga mengingat pengalaman mendengarkan siaran pertandingan sepak bola melalui radio bersama ayahnya. Menurutnya, narasi penyiar radio membuat pendengar seolah dapat membayangkan jalannya pertandingan secara langsung.

"Yang paling lucu itu mendengarkan pertandingan sepak bola. Jadi bukan nonton, tetapi mendengarkan pertandingan sepak bola dari radio," ujar Mu'ti.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi kenangan yang tidak terlupakan karena radio mampu menghadirkan imajinasi bagi para pendengarnya. Bahkan, ia baru melihat langsung pertandingan sepak bola melalui televisi beberapa waktu setelahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....