Mendikdasmen Perkuat Pendidikan Karakter lewat Pembelajaran Mendalam

  • 08 Mar 2026 20:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan nilai-nilai karakter harus melekat pada seluruh proses belajar, termasuk pada pelajaran umum seperti matematika. Karena itu, pemerintah mengubah standar isi pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

"Karakter dan pendidikan nilai itu melekat pada semua mata pelajaran. Jadi misalnya walaupun guru mengajarkan matematika tidak berarti tidak ada nilai dan karakter di situ," kata Mu’ti dalam podcast di Pro3 Siniar, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menambahkan pendekatan pembelajaran mendalam diterapkan melalui tiga pilar utama dalam kegiatan belajar. Ketiga pilar tersebut menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.

"Pendekatan pembelajaran mendalam itu yang saya sebut dengan tiga pilar. Ketiga itu adalah mindful, meaningful, dan joyful," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat peran guru bimbingan konseling dalam membangun karakter siswa. Menurutnya, seluruh guru di sekolah harus ikut menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan bagi murid.

"Selama ini kan kesannya guru BK itu guru tukang menghukum. Padahal aslinya tidak seperti itu," ucapnya.

Mu’ti menjelaskan guru BK seharusnya menjadi pendamping yang membantu murid mengembangkan potensi sekaligus menghadapi berbagai masalah. "Guru BK itu kan guru yang mendampingi muridnya belajar, memotivasi kemudian membangun komunikasi dengan orang tua," kata Mu'ti.

Ia juga memperkenalkan program baru bernama 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk memperkuat karakter siswa. "Programnya dimulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat," ujarnya.

Selain itu, kementerian juga menjalankan program Pagi Ceria sebelum kegiatan belajar dimulai. Program ini berisi kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan, senam, serta berdoa bersama sebelum masuk kelas.

"Program Pagi Ceria itu program dimana sebelum masuk kelas anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian ada senam Indonesia hebat, dan berdoa," kata Mu’ti.

Ia menegaskan penguatan karakter tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian tanpa dukungan berbagai pihak. "Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua, masyarakat, dan media," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....