Budaya Keamanan Siber Dinilai Jadi Kunci Hadapi Ancaman Digital Global
- 08 Mar 2026 08:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Penguatan budaya keamanan siber dinilai menjadi kunci penting bagi Indonesia dalam menghadapi meningkatnya ancaman digital. Saat ini ancaman peningkatan tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik global.
Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) yang digelar oleh Forum Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) di Jakarta. Koordinator Formasi Gildas Deograt mengatakan, perkembangan teknologi membuat batas antara dunia nyata dan dunia digital semakin tipis.
Aktivitas masyarakat, bisnis, hingga pemerintahan kini sangat bergantung pada sistem digital dan jaringan internet. Menurutnya, kondisi tersebut membuat ancaman di ruang siber dapat berdampak langsung terhadap kehidupan nyata.
“Ancaman di ruang siber bisa berdampak langsung ke kehidupan nyata. Karena itu, keamanan siber sudah menjadi isu strategis bagi negara,” kata Gildas, saat ditemui di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan, peringatan HKKI juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa agar memperkuat kemandirian di bidang siber. Termasuk menjaga keamanan rantai pasok produk dan layanan digital.
Hari Kesadaran Keamanan Informasi sendiri pertama kali dideklarasikan pada 7 Maret 2007 oleh Komunitas Keamanan Informasi (KKI). Yang mana bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Lemsaneg, BPPT, serta komunitas teknologi informasi lainnya.
Seiring perkembangan waktu, pemerintah juga membangun berbagai lembaga dan regulasi untuk memperkuat keamanan siber nasional. Mulai dari pembentukan Id-SIRTII, Direktorat Tindak Pidana Siber Polri, Pusat Pertahanan Siber Kemenhan, hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Selain itu, pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Sementara, Rektor Universitas Pradita Prof. Eko Indrajit menilai sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting membangun keamanan siber.
“Integrasi kebijakan nasional dengan tata kelola keamanan digital yang baik dapat membentuk pola pikir perilaku masyarakat. Masyarakat juga bisa sadar terhadap pentingnya keamanan informasi,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....