Mensos–Mendagri Salurkan Bantuan Banjir Pidie Jaya

  • 06 Mar 2026 20:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Pidie Jaya - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyalurkan bantuan bagi korban banjir Pidie Jaya. Penyaluran dilakukan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Bantuan disalurkan di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Jumat 6 Maret 2026. Nilai bantuan mencapai Rp241,6 miliar.

Tito Karnavian juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra. Bantuan menjadi bagian percepatan pemulihan masyarakat terdampak.

Bantuan stimulan sosial ekonomi diberikan kepada 18.839 kepala keluarga. Nilainya mencapai Rp94,19 miliar.

Bantuan jaminan hidup diberikan kepada 66.629 jiwa. Total nilai bantuan mencapai Rp89,94 miliar.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan isian hunian sementara. Bantuan diberikan kepada 18.839 kepala keluarga.

Nilai bantuan isian hunian mencapai Rp56,51 miliar. Bantuan membantu warga memulai kehidupan baru.

Selain itu pemerintah memberikan santunan ahli waris korban meninggal. Santunan diberikan kepada 56 keluarga korban.

Nilai santunan ahli waris mencapai Rp840 juta. Pemerintah juga memberi santunan bagi korban luka.

Santunan korban luka diberikan kepada 23 orang. Total bantuan sebesar Rp115 juta.

Tito Karnavian mengatakan pemerintah sebelumnya menyalurkan bantuan perbaikan rumah. Bantuan diberikan untuk kategori kerusakan ringan dan sedang.

Program tersebut disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Penyaluran dilakukan dalam dua gelombang.

Ia menjelaskan bantuan kali ini diberikan langsung kepada korban bencana. Bantuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Bantuan jaminan hidup diberikan Rp450 ribu per orang setiap bulan. Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan.

Pemerintah juga memberikan bantuan isian hunian sebesar Rp3 juta. Bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga.

“Total bantuan di wilayah Sumatra hampir Rp900 miliar,” ucap Tito Karnavian.

Ia mengatakan bantuan dilaksanakan atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah diminta menyalurkan bantuan secepat mungkin.

Sementara itu Saifullah Yusuf menjelaskan proses pendataan dilakukan secara berjenjang. Pendataan melibatkan aparat pemerintah hingga masyarakat desa.

Proses tersebut melibatkan kepala desa, RT dan RW. Pendataan juga melibatkan TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.

Data kemudian diserahkan kepada pemerintah provinsi. Selanjutnya diverifikasi oleh Satgas PRR.

Setelah diverifikasi data ditandatangani Menteri Dalam Negeri. Data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan.

Ia menambahkan data juga diperiksa oleh Badan Pusat Statistik. Pengecekan juga dilakukan oleh Direktorat Jenderal Dukcapil.

“Sampai ke Pak Mendagri, selaku Ketua Satgas yang mengkoordinasikan seluruh arahan dan instruksi Presiden. Setelah melihat data itu, Pak Mendagri kemudian menandatangani. Data yang ditandatangani itulah yang disebut dengan data terverifikasi dan valid,” kata Gus Ipul.

Saifullah Yusuf mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran bantuan. Pengawasan diperlukan agar bantuan tepat sasaran.

Ia berharap upaya pemerintah mempercepat pemulihan Aceh. Kondisi masyarakat diharapkan segera pulih setelah bencana.

Turut hadir Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris. Hadir pula Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Turut hadir Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri. Kegiatan juga dihadiri pejabat pemerintah pusat dan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....