Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Surabaya dalam Pengelolaan Sampah
- 06 Mar 2026 19:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Kota Surabaya telah menunjukkan capaian positif dalam pengelolaan sampah. Dari total timbulan sekitar 1.810,81 ton per hari, hanya 31,49 ton yang belum terkelola, termasuk sampah yang dibakar terbuka atau dibuang ke lingkungan.
Berdasarkan hasil evaluasi kinerja pengelolaan sampah tahun 2025, Kota Surabaya menempati peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Indonesia. Atas capaian tersebut, Surabaya berhak memperoleh Sertifikat Menuju Kota Bersih.
“Surabaya sudah berada di jalur yang tepat sebagai kota yang bersih, tetapi ini belum cukup. Masih ada tantangan, khususnya di kawasan hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) yang harus secara mandiri mengelola sampahnya dari hulu hingga hilir,” ujar Hanif lewat keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi budaya masyarakat yang dimulai dari sumbernya. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
“Setiap sampah yang tercecer menunjukkan kegagalan kita. Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk semua pihak, tanpa terkecuali,” kata Hanif.
Hanif menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menuntaskan persoalan sampah. Sekaligus menjadikan Surabaya sebagai teladan nasional.
“Perjalanan menuju Adipura masih membutuhkan kerja nyata dan kerja keras dari semua pihak. Dengan kolaborasi dan komitmen nyata, kota ini tidak hanya akan bersih, tetapi juga mampu meraih Adipura,” ujarnya.
Sementara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, arahan pemerintah pusat agar dunia usaha mengelola sampahnya sendiri. Menurutnya, langkah tersebut juga dapat mengurangi beban anggaran daerah dalam penanganan sampah.
“Dengan arahan Pak Menteri agar dunia usaha wajib mengelola sampahnya sendiri. Termasuk di kawasan usaha dan perkampungan, Surabaya akan semakin bersih sekaligus mengurangi beban anggaran daerah,” ujar Eri.
Meski telah meraih pengakuan nasional, perjalanan Surabaya menuju penghargaan Adipura dinilai masih membutuhkan kerja nyata dari semua pihak. Salah satu tantangan utama adalah mendorong kemandirian pengelolaan sampah di kawasan HOREKA serta perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....