Pertemuan Presiden Prabowo dan Ulama, Serian: Perkuat Pilar Stabilitas Bangsa
- 06 Mar 2026 19:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Dr. H. Serian Wijatno, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menggelar pertemuan dengan para kyai dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026 malam.
Hadir juga dalam pertemuan itu di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafri Syamsuddin. Kemudian hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ATR/Ka.BPN Nusron Wahid, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Seskab Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam pertemuan itu presiden menyampaikan berbagai hal terkait situasi dan kondisi dalam negeri serta perkembangan geopolitik internasional. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, acara pertemuan dengan Presiden digelar dalam rangka silaturahmi Bulan Suci Ramadan.
“Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi. Yakni silaturahmi di bulan Ramadan,” kata Menag.
Ketum PITI Serian menilai bahwa pertemuan ini merupakan momentum memperkuat pilar stabilitas bangsa dengan semangat ukhuwah wathoniyah atau persaudaraan kebangsaan di awal tahun 2026 ini. Menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pertemuan itu, Ia mengungkapkan bahwa silaturahmi tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan wujud nyata dari sinergi antara Umara dan Ulama.
“Silaturahmi ini sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Kehadiran para pimpinan ormas Islam di Istana menunjukkan sikap inklusif Presiden Prabowo yang mau mendengar masukan langsung dari para penjaga moral bangsa terkait isu-isu strategis, termasuk penguatan ekonomi umat dan ketahanan sosial,” ucapnya.
Lebih lanjut, Serian menjelaskan bahwa PITI sebagai bagian dari keluarga besar Muslim Indonesia melihat momentum ini sebagai sinyal positif bagi kondusivitas nasional. Beliau menekankan bahwa dialog yang terbuka antara pemerintah dan tokoh agama akan mampu meredam potensi polarisasi serta mempercepat transformasi pembangunan.
PITI sendiri menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang sejalan dengan nilai-nilai Islam yang moderat dan merangkul semua etnis. Bendahara Umum DMI yang juga Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini juga mengaku dalam pertemuan itu Presiden juga berbicara mengenai berbagai isu nasional.
“Pertemuan berbicara isu nasional. Ada juga pembahasan geopolitik terkini serta perkembangan situasi di Timur Tengah,” ujarnya.

Dikatakan Serian, Presiden Prabowo memaparkan berbagai situasi dan tantangan yang tengah dihadapi bangsa. Presiden juga secara terbuka menerima serta menghimpun pandangan para kiai dan ulama serta pimpinan Ormas IsIam sebagai bagian dari upaya bersama dalam pembangunan bangsa.
“Beliau juga menjelaskan panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.
Serian juga mengemukakan optimisme bahwa forum kolaborasi ini akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. “Insya Allah, dengan dibina oleh Bapak Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan adil,” katanya.
Menutup pernyataannya, Serian berharap agar pola komunikasi yang humanis dan penuh keakraban seperti yang ditunjukkan di Istana dapat menjadi teladan bagi para pemimpin di tingkat daerah. "Kerukunan yang terpancar dari pertemuan tersebut akan menjadi modal utama bagi Indonesia,” ucapnya menjelaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....