Harga Pakan Ternak Turun Biaya Produksi Peternak Lebih Efisien
- 06 Mar 2026 09:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Harga pakan ternak di tingkat produsen pada periode Februari hingga awal Maret 2026, terpantau turun. Kondisi itu diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi peternak, khususnya sektor perunggasan yang bergantung pada pakan pabrikan.
Penurunan terjadi pada berbagai jenis pakan, yang digunakan peternak ayam pedaging maupun petelur. Hal itu berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Produksi dan Harga Pakan (SPORA) Direktorat Pakan Kementerian Pertanian.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda berharap, kondisi ini berpengaruh positif. Utamanya pada keberlanjutan usaha peternakan nasional.
“Penurunan harga pakan tentu menjadi kabar baik bagi peternak karena akan membantu menurunkan biaya produksi. Jika biaya produksi lebih efisien, maka usaha peternakan bisa lebih berkelanjutan dan stabilitas harga produk peternakan juga lebih terjaga,” kata Agung di Kantor Kementan Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Pakan ayam pedaging (broiler) fase starter (BR1), mengalami penurunan terbesar dengan rata-rata harga produsen sekitar Rp8.010 per kilogram. Pakan broiler fase pre starter (BR0), turun menjadi sekitar Rp8.451 per kilogram.
Sementara pakan broiler finisher (BR2) sekitar Rp7.967 per kilogram, pakan layer masa produksi (P3) sekitar Rp6.803 per kilogram. Serta konsentrat layer masa produksi (KP3) turun rata-rata sekitar Rp7.735 per kilogram untuk harga produsen.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kami secara rutin melakukan pemantauan harga melalui sistem SPORA, serta menjalin komunikasi dengan industri pakan. Penurunan harga ini menunjukkan adanya penyesuaian yang positif di tingkat industri, sehingga dapat membantu menekan biaya produksi peternak,” ujar Agung.
Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengaku, industri pakan terus berupaya, agar harga pakan semakin kompetitif. “Industri pakan terus melakukan berbagai efisiensi dan penyesuaian, agar harga pakan dapat lebih kompetitif. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, untuk memastikan ketersediaan bahan baku pakan dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga industri pakan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan nasional,” kata Desianto saat dikonfirmasi terpisah.
Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus memperkuat produksi jagung nasional, sebagai bahan baku utama pakan ternak. “Tidak ada impor jagung khusus pakan. Bahkan kita sudah ekspor. Ekspor di Kalimantan Barat ke Malaysia. Juga kita ekspor ke Filipina. Dari NTB, dari Gorontalo. Jadi ada tiga tempat, dan Bapak Presiden lepas langsung,” kata Mentan Amran dalam Panen Raya Jagung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....