Polri Ingatkan Potensi Ancaman Terorisme di Tengah Geopolitik Global
- 05 Mar 2026 14:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan potensi ancaman terorisme di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana.
Ia mengatakan, kini Polri memperkuat langkah antisipasi dan pemantauan, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan menyusul arahan Kapolri yang menyoroti situasi global yang sedang memanas.
"Beliau tekankan kepada Densus 88 supaya antisipasi. Kemudian memperkuat monitoring terhadap adanya ancaman yang mungkin nanti bisa berefek domino dari negara kita," ucapnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 5 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan eskalasi konflik internasional dapat memicu munculnya simpatisan. Hingga mengaktifkan kembali sel-sel teror yang sebelumnya tidak aktif.
Salah satu contohnya saat gelombang Arab Spring yang memicu konflik berkepanjangan di Suriah dan melibatkan sejumlah kekuatan besar dunia. Termasuk Amerika Serikat dan Rusia, serta kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.
"Kemudian terjadi konflik yang berlanjut sampai dengan 2017. Puncaknya dan kita lihat bahwa memang banyak masyarakat Indonesia yang terlibat di dalam konflik," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada periode itu, tidak sedikit warga negara Indonesia yang pergi ke Suriah untuk bergabung sebagai foreign fighter. Pada saat yang sama, muncul pula kelompok teror global yang dikenal sebagai ISIS.
Kehadiran jaringan tersebut kemudian berdampak pada meningkatnya aktivitas kelompok radikal di berbagai negara. Termasuk Indonesia, yang ditandai dengan sejumlah aksi teror yang terinspirasi oleh jaringan tersebut.
Dengan demikian, Kapolri meminta jajaran, khususnya Densus 88 Antiteror, meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada potensi dampak konflik internasional terhadap keamanan dalam negeri.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono memandang pemerintah Indonesia tetap harus meningkatkan pertahanan. Terutama dari segi ekonomi hingga keamanan nasional buntut memanasnya Timur Tengah setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran.
"Saya menilai bahwa pernyataan yang disampaikan semalam mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi dinamika geopolitik yang kian kompleks. Kondisi tersebut menegaskan perlunya Indonesia berada dalam posisi siaga menghadapi berbagai kemungkinan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....