Mensos Tekankan Pemutakhiran DTSEN untuk Akurasi Bansos

  • 05 Mar 2026 12:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bekasi - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sangat penting. Langkah ini memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara kolaborasi program prioritas presiden. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Bekasi, Rabu, 4 Maret 2026.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul menilai kualitas data menentukan efektivitas kebijakan pemerintah. Data akurat membuat program bantuan dan pemberdayaan lebih tepat sasaran.

“Saya berharap data semakin akurat dan real-time sehingga bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberdayakan,” ucapnya.

Pemutakhiran DTSEN merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Pemerintah pusat dan daerah diminta berkoordinasi memperbarui data bersama Badan Pusat Statistik.

Gus Ipul juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Daerah tersebut dinilai mendukung proses pemutakhiran data.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan sumber daya manusia dan fasilitas. Termasuk operator data desa dan perangkat kerja.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan operator SIKS-NG mendapat dukungan insentif. Operator menerima bantuan Rp500 ribu per bulan.

“Dia dapat Rp500 ribu per bulan dibayar per trimester, jadi per tiga bulan. Nanti akan kita tambahkan di triwulan tiga yaitu satu desa satu laptop,” kata Asep.

Pembayaran dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pemerintah daerah juga menyiapkan program satu desa satu laptop.

Menurut Asep, perbedaan jumlah penduduk desa menjadi tantangan pemutakhiran data. Desa besar kemungkinan membutuhkan tambahan operator.

Gus Ipul menilai dukungan tersebut penting bagi profesionalitas operator. Dukungan daerah menjadi faktor strategis keberhasilan pemutakhiran data.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional merupakan basis data kesejahteraan masyarakat. Data memuat kondisi sosial ekonomi individu dan keluarga.

DTSEN merupakan integrasi beberapa basis data nasional. Di antaranya Registrasi Sosial Ekonomi, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, dan data P3KE.

Hingga Januari 2026, DTSEN memuat lebih dari 289 juta data individu. Seluruh data dikelompokkan dalam sepuluh desil kesejahteraan.

Klasifikasi tersebut membantu pemerintah menentukan prioritas bantuan. Kelompok desil satu hingga dua menjadi prioritas penerima bantuan.

Kemensos juga membuka partisipasi publik dalam pemutakhiran data. Masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui RT dan RW.

Pengajuan dilakukan melalui operator SIKS-NG di desa atau dinas sosial. Usulan kemudian dibahas dalam musyawarah desa.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lapangan oleh pendamping PKH. Data kemudian ditetapkan oleh kepala daerah.

Masyarakat juga dapat melapor melalui aplikasi Cek Bansos. Selain itu tersedia layanan Command Center dan WhatsApp Kemensos.

Seluruh usulan data akan diverifikasi Badan Pusat Statistik. Pemutakhiran dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....