Kementan Percepat Rehabilitasi Irigasi Tersier

  • 05 Mar 2026 11:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat rehabilitasi saluran irigasi tersier. Langkah ini untuk mengamankan produksi pangan nasional 2026.

Percepatan dilakukan pada triwulan pertama 2026. Tujuannya mengoptimalkan pengelolaan air di tengah tingginya curah hujan.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menyebut saluran tersier sangat penting bagi petani. Saluran ini menyalurkan air langsung ke lahan.

Menurutnya, saluran yang rusak sering menyebabkan genangan tidak merata. Kondisi tersebut dapat memicu gagal panen.

“Kami melakukan identifikasi saluran, pengerukan sedimen, serta perbaikan pintu air,” ucapnya dalam rilis resmi, Selasa 3 Maret 2026.

Perbaikan juga dilakukan pada bangunan pembagi air. Langkah ini memastikan distribusi air lebih merata.

Selain rehabilitasi fisik, Kementan mendorong teknologi drainase terkendali. Sistem ini memungkinkan pemanfaatan kembali air hujan.

Air berlebih dapat ditampung sementara di sawah atau embung. Air tersebut digunakan kembali saat kebutuhan meningkat.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan rehabilitasi irigasi di daerah irigasi kewenangan pusat.

Program ini menyasar daerah irigasi dengan luas di atas 3.000 hektare. Penguatan Perkumpulan Petani Pemakai Air juga dilakukan.

Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terus diperkuat. Tujuannya memastikan irigasi primer dan sekunder berfungsi optimal.

Contoh rehabilitasi dilakukan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Wilayah ini merupakan salah satu sentra produksi padi nasional.

Rehabilitasi dilakukan di Daerah Irigasi Palakka seluas 5.000 hektare. Selain itu di Daerah Irigasi Sanrego 1.700 hektare.

Perbaikan juga dilakukan di Daerah Irigasi Pattiro seluas 3.000 hektare. Program ini meningkatkan indeks pertanaman padi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai irigasi menjadi kunci peningkatan produksi pangan. Sistem irigasi yang baik meningkatkan frekuensi tanam.

“Lahan yang sebelumnya satu kali tanam dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali tanam,” katanya.

Kementan optimistis rehabilitasi irigasi tersier memperkuat pengelolaan air pertanian. Langkah ini menjaga produksi pangan nasional sepanjang 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....