Pemerintah Ekspor Beras Premium untuk Jemaah Haji Indonesia

  • 05 Mar 2026 09:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Perum BULOG mulai memproses pengiriman 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Pelepasan ekspor dilakukan dari gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 4 Maret 2026.

Pengiriman ini menjadi langkah penting bagi sektor pangan nasional. Untuk pertama kalinya beras petani Indonesia dikonsumsi jemaah haji di Tanah Suci.

Ekspor ini juga menandai peningkatan kapasitas produksi beras nasional. Indonesia mulai menunjukkan potensi sebagai eksportir beras premium berkualitas internasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap ekspor beras terus meningkat. “Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan,” ujar Amran, di Jakarta.

Ia menyebut kebutuhan beras jemaah haji Indonesia di Arab Saudi cukup besar. “Kebutuhan jamaah haji Indonesia diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,” katanya.

Beras yang dikirim merupakan produk premium merek Befood Nusantara. Produk tersebut disiapkan khusus untuk kebutuhan musim haji 2026.

Sebanyak 2.280 ton beras berasal dari gabah segar serapan petani dalam negeri. Pengiriman dilakukan secara bertahap menggunakan kontainer ekspor.

Proses pengolahan dilakukan di fasilitas penggilingan modern berstandar tinggi. Pengawasan dilakukan mulai dari kadar air hingga tingkat pecahan maksimal lima persen.

Produk juga telah melalui uji laboratorium dan memenuhi standar ekspor internasional. Beras tersebut telah mengantongi sertifikasi halal sebelum dikirim.

Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Seluruh dapur haji Indonesia di Makkah dan Madinah akan menggunakan beras Bulog.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut ekspor ini sebagai kebanggaan nasional. “Ini simbol harga diri dan kebanggaan nasional dari hasil panen petani Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah menilai langkah ini memperkuat diplomasi pangan Indonesia di tingkat global. Produk pangan nasional diharapkan semakin dipercaya di pasar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....