Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
- 04 Mar 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, kekhawatiran terhadap dampaknya pada stabilitas ekonomi global turut mencuat. Termasuk soal ketahanan pangan nasional.
Namun, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, memastikan ketersediaan dan produksi pangan Indonesia tetap dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini disampaikan Hermanto saat merespons potensi rambatan konflik Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia, khususnya di sektor pangan.
“Ketersediaan dan produksi pangan Indonesia mencukupi,” kata Hermanto saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026. Menurutnya, dampak yang perlu diantisipasi pemerintah justru berada pada sektor energi.
Perang di kawasan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Jika itu terjadi, pemerintah perlu memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga serta distribusinya berjalan lancar.
Ia juga mendorong percepatan pengembangan sumber energi non-minyak, khususnya energi terbarukan. Hal ini sebagai langkah strategis menghadapi potensi lonjakan harga energi global.
Hermanto mengingatkan bahwa dalam kondisi krisis energi, bukan hanya harga BBM yang terdampak, tetapi juga harga pangan. Namun, jika dikelola dengan baik, situasi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi petani tanaman pangan dalam negeri.
“Produksi tanaman pangan kita agar dipacu. Lalu Badan Urusan Logistik (BULOG) harus lebih aktif melakukan pengadaan beras dan bahan pangan lain. Sehingga stok di gudang-gudangnya mencukupi, dan senantiasa siap melaksanakan operasi pasar,” ucapnya.
Dalam implementasinya, lanjut Hermanto, pemerintah perlu menggandeng sektor swasta agar kebijakan penguatan ketahanan pangan dan energi dapat berjalan lebih efisien dan efektif dengan tata kelola yang baik.
Dengan kombinasi penguatan produksi domestik, optimalisasi cadangan pangan, serta akselerasi energi terbarukan, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak global akibat konflik geopolitik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....