Industri Mebel Dinilai Berpeluang Masuk Program Akselerasi Kementerian Ekraf

  • 04 Mar 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif membahas potensi penguatan ekosistem ekraf bersama Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI). Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu menyebut, subsektor mebel berpotensi masuk skema program akselerasi Kementerian.

“Ini menarik karena mebel juga termasuk dalam subsektor kriya, dan sudah memiliki industri yang kuat. Mungkin ke depannya mebel bisa masuk ke dalam kategori di dalam program akselerasi kami,” ujar Yuke, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, 3 Maret 2026.

Menurut Menteri Teuku Riefky, selama ini skema penilaian usaha di Indonesia baru mencakup Business Appraisal dan Property Appraisal. Namun kini, pemerintah menghadirkan terobosan dengan melantik 64 IP Evaluator atau IP Appraisal.

Ia menambahkan, mereka telah mendapatkan pelatihan langsung dari organisasi World Intellectual Property Organization (WIPO). Ke-64 evaluator tersebut akan menjadi mitra perbankan dalam mendukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual.

Sehingga, karya dan aset intelektual pelaku usaha dapat diakui serta dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan. “Asosiasi lah yang paling tahu tantangan dan potensinya di mana,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Sementara itu, keunggulan komparatif Indonesia dari sisi sumber daya alam sendiri menjadi fondasi kuat bagi industri desain mebel. Demikian disampaikan Dewan Pembina HDMI, R.M. Satya Brahmantya.

“Desainer di Indonesia sebenarnya memiliki privilege. Natural resource untuk bahan baku kita sangat bagus, contohnya kayu jati, rotan, bambu, dengan ribuan spesies dan jenis yang tersebar di berbagai daerah,” kata Brahm.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....