BNPB Pastikan Korban Bencana Sumbar Sudah Dipindahkan ke Hunian

  • 04 Mar 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Padang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Seluruh warga terdampak kini dipastikan tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan kondisi pengungsian di Sumatera Barat sudah jauh membaik dibandingkan beberapa waktu lalu. Pemerintah telah memindahkan warga terdampak ke tempat tinggal yang lebih layak melalui berbagai skema penanganan pascabencana.

"Khusus di Sumbar, kami pastikan memang sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Yang masih banyak ada di Provinsi Aceh dan sebagian di Sumatera Utara," kata Suharyanto, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan pemerintah pusat saat ini kembali menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor. Bantuan tersebut diberikan secara serentak di sejumlah daerah terdampak di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Menurut Suharyanto, penyaluran bantuan kali ini merupakan tahap kedua dari program rehabilitasi rumah warga terdampak bencana. Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah disalurkan kepada 25 kabupaten dan kota yang mengalami dampak bencana.

Pada tahap kedua ini, bantuan diberikan kepada 19 kabupaten dan kota di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.

Dengan penyaluran bantuan tersebut, seluruh masyarakat terdampak di 14 kabupaten dan kota di Sumatra Barat telah menerima bantuan. Penyaluran dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sesuai kategori kerusakan rumah, baik rusak ringan maupun rusak sedang.

Ia menegaskan pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi tanggung jawab terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah memastikan warga yang rumahnya mengalami kerusakan dapat segera memperoleh bantuan pemulihan.

Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sebagian besar telah dipindahkan ke hunian sementara (huntara). Sebagian lainnya memilih tinggal sementara bersama keluarga atau menerima dana pengungsian dari pemerintah.

Suharyanto berharap proses pemindahan warga ke hunian sementara dapat terus dipercepat dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan sebagian besar warga terdampak sudah dapat menempati hunian sementara pada bulan Ramadhan 2026.

"Mudah-mudahan ini terus berlanjut. Sebab target kami pada Ramadan 2026 ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya masyarakat sudah dipindahkan ke huntara," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan meskipun daerahnya mengalami dampak bencana yang cukup besar, namun tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi tersebut dinilai sebagai hasil dari kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Ia menjelaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari pelaksanaan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah dijalankan di wilayah Tanah Datar. Program tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana serta pentingnya proses evakuasi.

"Begitu mendapat informasi dari BMKG, pemerintah daerah langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah, program tangguh bencana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau dievakuasi," kata Eka Putra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....