Bapanas Pastikan Pangan Pokok Aman di Tengah Gejolak Global
- 03 Mar 2026 21:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan pokok strategis tetap aman. Kepastian itu disampaikan di tengah dinamika geopolitik global.
Proyeksi ketersediaan pangan hingga akhir April 2026 diperkirakan surplus. Kondisi tersebut mencakup periode Ramadan dan Idulfitri.
“Posisi Neraca Pangan sampai akhir April diprediksi aman,” kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam rilis resminya Senin 2 Maret 2026.
Bapanas mencatat sedikitnya sembilan komoditas tidak memerlukan impor. Seluruhnya disokong produksi dalam negeri.
Surplus beras hingga akhir April diperkirakan mencapai 17,2 juta ton. Angka ini berasal dari total ketersediaan 27,5 juta ton dikurangi konsumsi 10,3 juta ton.
Jagung diproyeksikan surplus 4,8 juta ton. Perhitungan berasal dari produksi 10,7 juta ton dikurangi kebutuhan 5,8 juta ton.
Minyak goreng mencatat surplus 3,5 juta ton. Total ketersediaan 4,4 juta ton dikurangi konsumsi 914 ribu ton.
Sarwo merinci surplus gula konsumsi sebesar 595 ribu ton. Cabai besar 74 ribu ton dan cabai rawit 105 ribu ton.
Daging ayam surplus 727 ribu ton. Telur ayam surplus 349 ribu ton dan bawang merah 57 ribu ton.
Penguatan stok juga dilakukan melalui Cadangan Beras Pemerintah oleh Perum Bulog. Stok tersebut berasal dari serapan produksi dalam negeri.
Hingga minggu keempat Februari 2026, serapan Bulog mencapai 552,4 ribu ton. Angka ini naik 196,9 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut sembilan komoditas telah swasembada. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, telur, daging ayam, gula, dan minyak goreng.
Ia mengatakan, pemerintah kini fokus meningkatkan produksi kedelai, bawang putih, dan daging sapi. untuk memperkuat kemandirian pangan. "Alhamdulillah menghadapi Ramadan, angka-angka ini masih surplus,” ucap Amran.
Bapanas menilai gejolak global tidak berdampak signifikan terhadap stok nasional. Pemerintah memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....