Harga Pangan di Jawa Timur Dipastikan Stabil selama Ramadan 2026

  • 02 Mar 2026 07:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga pangan di wilayah Jawa Timur (Jatim) dipastikan tetap stabil selama Ramadan 2026. Ini berdasarkan pemantauan Satuan Tugas (Satgas) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di sejumlah pasar pada Februari 2026.

Harga mayoritas komoditas pangan masih berada pada koridor harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pemerintah (HAP). Sementara itu, stok pangan juga dinilai masih dalam kondisi memadai.

Di Surabaya, harga beras premium berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram di Surabaya. Sedangkan di Lamongan, harga beras jenis yang sama turun menjadi Rp14.900 per kilogram.

Sementara itu, harga beras medium tetap stabil di posisi Rp13.500 per kilogram. Sedangkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Bulog tetap Rp12.500 per kilogram.

Di sisi lain, harga daging ayam sempat naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Namun, pada akhir Februari harganya kembali ke posisi Rp40.000 per kilogram.

Sedangkan harga telur ayam bergerak dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Namun, menjelang akhir Februari 2026, harganya turun menjadi Rp31.000 per kilogram.

Harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Menurut pemantauan Satgas, tekanan harga ini dipengaruhi faktor pasokan dan cuaca.

Sebaliknya harga cabai merah keriting turun dari Rp40.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Demikiaan pula dengan harga bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren penurunan.

Harga minyak goreng bersubsidi MinyaKita, menurut pemantauan, tetap stabil di posisi Rp15.700 per liter. Ini karena Bulog telah menyalurkan enam juta liter kepada 2.250 pedagang di 160 pasar di Jatim.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meminta pengawasan distribusi pangan lebih diperketat. “Kalau suplainya berlimpah tetapi harga naik karena margin distribusi, itu harus dikendalikan,” ucapnya,” Minggu 1 Maret 2026.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan stabilisasi pangan menjadi tanggung jawab bersama. “Negara wajib hadir memastikan pengawasan berjalan efektif, dan pelaku usaha menjaga pasokan serta harga tetap wajar,” ujarnya.

Sementara itu, Satgas Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menandatangani komitmen bersama dengan pelaku usaha dan asosiasi petani. Dalam hal ini, sebanyak 35 pihak menyatakan kesiapan mereka untuk menjaga pasokan dan harga bahan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....