Menhub Perkuat Transportasi Laut Lebaran Malut 2026

  • 01 Mar 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Maluku Utara - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan penguatan kesiapan transportasi laut menjadi kunci kelancaran angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara. Langkah itu dinilai strategis untuk memastikan keselamatan pelayaran dan konektivitas antarpulau tetap terjaga di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada moda laut tersebut.

"Sehingga, kesiapan armada kapal, kelancaran operasional pelabuhan. Serta pengawasan keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama dalam menghadapi angkutan Lebaran 2026," kata Dudy, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia menjelaskan karakteristik Maluku Utara yang didominasi wilayah kepulauan menjadikan transportasi laut sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran. Karena itu, Kementerian Perhubungan terus mematangkan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan armada, pelabuhan, serta sistem pengawasan berjalan optimal selama periode angkutan Lebaran.

Dalam rangka penguatan keselamatan, Menhub juga telah melakukan rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe guna membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di wilayah tersebut. Pemerintah menyiapkan dukungan angkutan laut melalui program mudik gratis serta optimalisasi jaringan pelayaran antarwilayah untuk menjangkau berbagai simpul transportasi penting di Maluku Utara.

Untuk wilayah ini, dialokasikan kuota mudik gratis angkutan laut sebanyak 7.150 penumpang atau sekitar 10,82 persen dari total kuota nasional yang akan dilayani melalui 18 ruas pelayaran, menghubungkan Ternate, Sofifi, Jailolo, Ambon, hingga Manado. Secara nasional, dukungan sarana dan prasarana juga diperkuat dengan penyediaan kapal laut dan kapal penyeberangan guna memastikan kapasitas angkutan mencukupi serta pelayanan tetap aman dan lancar.

Khusus di Maluku Utara, terdapat 15 lintasan pelayaran yang dilayani 14 kapal, terdiri atas kapal Pelni, kapal perintis, serta kapal swasta dengan kapasitas antara 325 hingga 2.000 penumpang. Selain itu, untuk layanan penyeberangan disiapkan 29 lintasan dengan 13 kapal penyeberangan berkapasitas sekitar 50 hingga 400 penumpang guna mendukung mobilitas masyarakat antarpulau.

Menhub menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memastikan akses menuju pelabuhan berjalan lancar, pengendalian kepadatan penumpang di dermaga tertata. Serta pengawasan operasional kapal rakyat dan speedboat diperketat selama masa mudik.

Ia menegaskan keberhasilan angkutan Lebaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, operator transportasi, hingga masyarakat sebagai pengguna jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....