Perbaikan Jalur Mudik Pemalang-Pekalongan Capai 78 Persen

  • 01 Mar 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan perbaikan struktur perkerasan pada ruas Pemalang–Pekalongan mencapai 78, 89 persen. Ruas Pemalang-Pekalongan merupakan jalur strategis di Pantura kerena memiliki mobilitas tinggi terutama logistik dan angkutan umum.

“Pekerjaan preservasi di ruas tersebut mencakup perbaikan struktur perkerasan jalan pada sejumlah segmen prioritas. Hingga akhir Februari 2026, progres fisik telah mencapai 78,89 persen, melampaui target rencana sebesar 37,66 persen,” kata Menteri Dody seperti dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID, Minggu, 1 Maret 2026.

Menteri Dody mengatakan pemerintah harus memastikan ruas Pemalang-Pekalongan kondisinya semakin bagus jelang mudik lebaran. Percepatan perbaikan jalan merupakan komitmen dari pemerintah untuk menyiapkan layanan infrastruktur yang andal.

“Ruas Pemalang–Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang andal, khususnya pada jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan jalan nasional (BBPJN) DKI–Jawa Barat mempercepat penanganan lubang di ruas jalan nasional. Perbaikan difokuskan untuk memastikan kondisi jalan siap menghadapi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan lubang menjadi prioritas utama dan ditargetkan tuntas sebelum puncak arus mudik. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah lubang mengalami penurunan signifikan menjadi 2.500 titik.

“Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang),” ujar Dody.

Perbaikan jalan berupa metode patching atau penambalan cepat untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Metode lain yang sifatnya jangka menengah adalah pelapisan ulang (overlay), peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement atau beton.

Peningkatan konstruksi di sejumlah titik kritis agar daya tahan jalan lebih optimal. Selain jalur nasional, pemeliharaan juga dilakukan di ruas tol utama Trans Jawa.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperkuat pemeliharaan berkala di Ruas Tol Jakarta–Cikampek sebagai langkah antisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pada 26 Februari 2026, JTT merealisasikan pekerjaan patching di 172 titik Jalur A arah Cikampek, mulai KM 07+500 hingga KM 71+850.

Pemeliharaan juga direncanakan di 82 titik Jalur B arah Jakarta, dari KM 71+300 sampai KM 19+315, termasuk penanganan di Off Ramp Cikarang Timur. Tak hanya penambalan, rekonstruksi jalan juga dilakukan di Off Ramp Dry Port lajur 2 sejak 27 Februari hingga 2 Maret 2026. Upaya tersebut untuk memastikan struktur perkerasan tetap andal, terutama di area dengan beban lalu lintas tinggi.

“Upaya tersebut untuk memastikan struktur perkerasan tetap andal, terutama di area dengan beban lalu lintas tinggi. Dengan percepatan perbaikan di jalur Pantura dan tol Trans Jawa, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....