Wamenkomdigi: Pengantaran Berbasis Permintaan Kian Diminati
- 28 Feb 2026 01:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, layanan pengantaran berbasis permintaan, terus mengalami peningkatan. Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion bertajuk 'Regulasi Pos dan Peran Layanan Pengantaran Berbasis Permintaan', Kamis, 26 Februari 2026.
Dalam diskusi yang digelar idEA Wamenkomdigi mengatakan, bahwa keberadaan layanan pengantaran berbasis permintaan tidak perlu diabaikan. Terlebih lagi, pentingnya layanan pengantaran berbasis permintaan itu juga terus tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam perkembangan teknologi digital saat ini, Nezar menuturkan bahwa layanan tersebut memperkuat tahap first mile dan last mile. Sebab dijelaskannya, layanan pengantaran berbasis permintaan itu, menuntut kecepatan dan fleksibilitas tinggi.
"Keberadaan layanan pengantaran berbasis permintaan ini sangat nyata dan kita tidak bisa abai dengan keberadaannya dan juga kontribusinya yang sudah memperlancar, sudah membangkitkan dinamika ekonomi digital," kata Nezar dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Meski demikian ditekankannya, untuk memperkuat layanan tesebut diperlukannya integrasi dengan layanan pos komersial. Tujuannya dijelaskan Wamenkomdigi, untuk menekan biaya logistik nasional yang masih di atas 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Ia memaparkan sektor transportasi pergudangan, tumbuh 8,98 persen secara tahunan dan pada triwulan I 2025 mencapai sekitar 9 persen. Sektor ini menyerap lebih dari 6 juta tenaga kerja dan menangani hingga 7 juta paket per hari.
Dinilai Wamenkomdigi, biaya logistik yang masih tinggi akan berdampak langsung pada harga barang, daya saing UMKM. Sehingga untuk menekan hal itu ditegaskannya, integrasi sistem dan adopsi smart logistics menjadi kunci akan kebutuhan mendesak.
"Ini menunjukkan betapa vitalnya lapangan usaha transportasi ini sebagai tulang punggung ekonomi digital," ujar Wamenkomdigi Nezar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....