Mahasiswa Ciptakan Instalasi Air Bersih Siap Minum di Aceh Tamiang
- 26 Feb 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh Tamiang - Tim pelaksana BEM Universitas Sriwijaya (Unsri) menciptakan inovasi instalasi air bersih siap minum memenuhi kebutuhan warga di Kampung Landuh, Aceh Tamiang. Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kemdiktisaintek ini tidak hanya berfokus mendukung pemulihan pascabencana tapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Mereka menghadirkan dua unit teknologi pengolahan air bersih bagi Kelompok Tani Ladang Lestari Kampung Landuh. Masing-masing unit berkapasitas 2.000 galon per hari dan memanfaatkan kombinasi sistem adsorpsi serta membran ultrafiltrasi.
Air baku yang bersumber dari sungai atau sumur diolah melalui tabung adsorben berisi karbon aktif, manganese greensand, dan silika teraktivasi. Yaitu, sebelum disaring menggunakan membran berpori sangat halus.
Inovasi teknologi pengolahan air bersih ini dihadirkan sebagai solusi atas keterbatasan akses air layak konsumsi yang dialami masyarakat Desa Kampung Landuh pascabencana. Kata Dosen Pembimbing Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Sriwijaya, David Bahrim.
“Pascabencana, masyarakat Desa Kampung Landuh mengalami kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, karena sumur air permukaan telah tercemar. Sementara, kualitas air juga tidak memenuhi standar akibat kandungan pH dan TDS yang tinggi,” ujar David, Rabu, 25 Februari 2026 di Aceh Tamiang.
“Melalui inovasi teknologi pengolahan air bersih ini, kami berharap dapat membantu menyediakan akses air yang lebih layak. Serta, meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.”
Sementara, teknologi membran ultrafiltrasi ini mampu menyaring partikel tersuspensi, bakteri, virus, hingga koloid tanpa tambahan bahan kimia. Ujar Dandi Dwi Wiradinata selaku koordinator Program Mahasiswa Berdampak Unsri.
Prosesnya menggunakan tekanan pompa mendorong air melewati membran sintetis berbahan polimer, lalu diperkuat dengan lampu ultraviolet untuk memastikan air benar-benar aman digunakan. Hasilnya adalah air bersih yang siap dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun rumah tangga.
Warga Desa Landuh Rantau menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan mahasiswa Unsri. Melalui Program Mahasiswa Berdampak dalam membantu pemulihan pascabanjir di desanya.
Sebelumnya pada 19 – 21 Desember 2025, mahasiswa BEM Unsri terjun langsung ke wilayah terdampak banjir di Pasaman Barat, Padang, Sumatera Barat. Dalam kondisi yang masih kritis, mereka menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa sembako dan pakaian bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....