Kementerian PPPA Soroti Maraknya Tawuran Sarung selama Ramadan

  • 26 Feb 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) menyampaikan keprihatinan atas maraknya tawuran sarung yang terjadi di berbagai daerah selama Ramadan. Peristiwa tersebut mencederai kesakralan bulan suci hingga berpotensi membahayakan keselamatan anak.

“Ramadan adalah bulan suci yang seharusnya diisi ibadah dan kegiatan positif. Tawuran sarung, apalagi yang diisi batu atau senjata tajam, sangat membahayakan dan bisa berujung pada luka serius bahkan korban jiwa,” kata Plt Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Indra Gunawan saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, tawuran sarung bisa berujung luka serius. Apalagi jika sarung diisi batu atau senjata tajam.

Ia menekankan penertiban harus dilakukan secara tepat dan terukur. Aparat diminta tetap mengedepankan hak-hak anak.

Kekerasan dinilai bukan solusi memutus siklus kekerasan. “Penanganan anak harus mengedepankan disiplin positif,” ujarnya.

Kemen PPPA memastikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA memberikan pendampingan selama proses pembinaan anak. Layanan itu mencakup keterlibatan keluarga dan trauma healing hingga pengawasan disiplin positif yang juga terus dilakukan.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu pemulihan psikologis anak. “Kehadiran UPTD PPA penting memastikan prinsip perlindungan anak,” kata Indra.

Sebelumnya, video anggota TNI mengamankan remaja beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 23 Februari 2026 malam di sekitar jembatan perbatasan wilayah Desa Sidomukti,

Kepala Desa Sidomukti, Sukiman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut lokasi berada di perbatasan Kecamatan Puring dan Kuwarasan.

Pihak desa langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. “Para pelaku bukan warga Desa Sidomukti,” ujar Sukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....