Sanjay Bharwani Tekankan Pentingnya Komunikasi Lintas Generasi Kerja

  • 25 Feb 2026 22:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur SDM Danantara, Sanjay Bharwani, menegaskan keberagaman budaya dan generasi di tempat kerja tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis.

Ia menjelaskan bahwa budaya turut membentuk aturan-aturan dalam cara seseorang berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam suatu budaya, ada hal-hal yang dianggap kurang pantas atau buruk, sementara dalam budaya lain hal tersebut belum tentu dipandang sama.

"Kuncinya adalah dengan tetap bisa berkomunikasi dan berhubungan dengan berbeda generasi. Kita perlu memiliki ruang yang serupa antara kita untuk mendapatkan suara kita," katanya saat menghadiri Global Awareness Conference 2026, Beacon Academy International School, Jakarta Utara, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang dialog agar setiap individu merasa didengar dan dihargai. Dalam kesempatan tersebut, ia sempat menyampaikan candaan ringan kepada audiens untuk mencairkan suasana.

"Humor itu menghubungkan, tapi kadang-kadang tidak selalu sama bagi setiap orang. Humor terbaik adalah ketika kita bisa menertawakan diri sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan, keberagaman perspektif di tempat kerja seharusnya menjadi kekuatan, bukan penghalang. Dengan komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan kemampuan memahami perbedaan budaya dapat menciptakan lingkungan kerja produktif.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat membantu membangun suasana kerja yang lebih terbuka dan inklusif. Sehingga setiap individu dari berbagai latar belakang budaya dan generasi merasa dihargai, dan juga didengar.

Sementara itu, Presenter Senior Becky Tumewu menyadari adanya kesenjangan generasi yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Mereka menjabarkan masing-masing generasi beserta karakter mereka masing-masing.

"Generasi tertua adalah generasi baby boomers. Orang-orang yang lahir pada sekitar tahun 1946 sampai dengan 1964 merupakan orang-orang yang termasuk pada generasi baby boomers," ucapnya.

Ia mengatakan generasi ini merupakan generasi yang paling banyak ditemui di dunia kerja. Secara persentase, generasi baby boomers berjumlah sekitar lima persen.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa generasi milenial dilahirkan dari orang tua generasi baby boomers yang sangat pekerja keras dan harus bekerja. Akibatnya, pada umumnya, generasi millenial luput dari asuhan orang tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....