Kementerian PU Pastikan Konektivitas Pascabencana Tetap Terjaga Optimal
- 25 Feb 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah bergerak cepat memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat guna memastikan konektivitas serta distribusi logistik tetap berjalan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana. "Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat, dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody, Rabu, 25 Februari 2026.
Berdasarkan laporan per 22 Februari 2026, penanganan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi tersebut menunjukkan progres signifikan. Seluruh 99 ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional melalui penanganan darurat dan rekayasa lalu lintas di titik-titik kritis.
Di Provinsi Aceh, sebanyak 38 ruas jalan nasional telah kembali fungsional meski dua ruas masih memanfaatkan jalur alternatif akibat kerusakan jembatan. Dari 1.637 ruas jalan daerah terdampak di Aceh, 1.194 ruas telah fungsional, 327 ruas fungsional terbatas, dan 116 ruas masih dalam proses penanganan lanjutan.
Pada sektor jembatan nasional di Aceh, 17 jembatan telah kembali berfungsi melalui pemasangan Bailey, penimbunan oprit, pemasangan box culvert, serta pengalihan jalur alternatif. Langkah darurat tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka sambil menunggu penanganan permanen.
Di Sumatera Utara, 29 dari 30 ruas jalan nasional telah fungsional dan satu ruas lainnya berstatus fungsional terbatas. Koridor Sibolga–Batangtoru kembali tersambung melalui pemasangan jembatan Bailey dengan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dari 616 ruas jalan daerah terdampak di Sumatera Utara, sebanyak 607 ruas telah fungsional dan sembilan ruas masih dalam proses perbaikan. Sementara itu di Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional.
Penanganan permanen tengah dipersiapkan di kawasan Lembah Anai sepanjang kurang lebih 850 meter melalui pemasangan bore pile, dinding penahan tanah, serta perkuatan lereng dengan target penyelesaian 31 Juli 2026. Untuk jalan daerah di Sumatera Barat, 149 dari 177 titik kerusakan telah fungsional dan sisanya masih dalam tahap penanganan.
Kementerian PU memastikan selain penanganan darurat, strategi jangka panjang juga disiapkan guna meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian titik-titik kritis serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....