Giant Sea Wall Lindungi Aset Senilai Rp6.182 Triliun Sepanjang Pantura
- 24 Feb 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menjelaskan urgensi pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sepanjang 535 kilometer di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek ini ditargetkan melindungi penduduk dan aset nasional dari berbagai ancaman.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, GSW mengamankan aset senilai US$368 miliar. Nilai tersebut setara Rp6.182 triliun dengan asumsi kurs Rp16.800.
"Di samping penduduk 17-20 juta jiwa kita harus lindungi, tapi seluruh aset-aset nasional yang ada di Pantura Jawa. Ini lebih kurang sekitar US$368 miliar," ucapnya dalam media briefing di Jakarta, Senin 23 Februari 2026.
Ia menyebut, kawasan Pantura dipenuhi objek vital nasional. Di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus, jalur rel kereta api, rumah sakit, perkantoran, hingga pabrik yang telah berdiri sejak era kolonial.
Menurut Didit, tanpa perlindungan kerugian ekonomi akan semakin besar. Ancaman tersebut diperparah oleh penurunan muka tanah yang mencapai 1 hingga 20 sentimeter per tahun.
GSW sendiri diharapkan mampu mengantisipasi dampak perubahan iklim. Terlebih risiko kenaikan muka laut, gelombang ekstrem, dan banjir rob dinilai semakin meningkat.
Selain itu, proyek ini diproyeksikan menjadi solusi krisis air di Pantura. Infrastruktur tersebut akan mendukung sistem pengelolaan air yang lebih terintegrasi.
Didit mengatakan, GSW dapat merevitalisasi kawasan perkotaan pesisir. Selain itu, konektivitas transportasi akan meningkat sekaligus menekan kerentanan banjir dan persoalan sanitasi.
Ia menilai, proyek ini membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan. Dimana nelayan tradisional didorong bertransformasi menjadi nelayan modern.
Kehadiran GSW juga meningkatkan perlindungan terhadap lahan pertanian. Intrusi air laut dapat ditekan sehingga produksi pangan tetap terjaga.
Menurutnya, GSW juga diklaim mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekitar 6,9 juta penduduk miskin di Pantura ditargetkan terserap sebagai tenaga kerja.
Adapun tanggul akan melintasi lima provinsi. Rinciannya 42,5 kilometer di Banten, 42,8 kilometer di Jakarta, dan 104 kilometer di Jawa Barat.
Lalu sepanjang 274,7 kilometer di Jawa Tengah dan 71,6 kilometer di Jawa Timur. Proyek tersebut mencakup lima wilayah kota dan 25 kabupaten di sepanjang Pantura Jawa.
"Ini hasil penelitian kami bersama dengan teman-teman, yang sudah kami lakukan. Banyak sekali di Pantura Jawa ini yang perlu dilindungi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....