Kakorlantas Tinjau Tol Jambi jelang Mudik
- 23 Feb 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jambi - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho meninjau Jalan Tol Bayung Lencir–Tempino melalui Gerbang Tol Pijauan hingga Exit GT Sebapo, Jambi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur Trans Sumatera menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Mudah-mudahan nanti pada saat Operasi Ketupat, kendaraan yang over dimensi tidak melakukan operasional karena kita harus mengedepankan rekan-rekan dan saudara kita yang sedang mudik dan balik,” kata Agus, Senin, 23 Februari 2026. Ia menyebut, kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026 di jalur strategis Trans Sumatra.
Dalam tinjauannya, ia menilai kondisi jalur relatif terkendali meski masih ditemukan kendaraan over dimensi yang beroperasi.
Agus menegaskan, kehadiran Tol Bayung Lencir–Tempino diharapkan mampu mengurai kepadatan di jalur arteri.
Dengan adanya tol tersebut, distribusi kendaraan antara jalur arteri dan tol dapat lebih seimbang sehingga kapasitas lalu lintas menjadi optimal. "Ketika kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri, sekarang bisa dibagi dengan adanya tol ini, sehingga, kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti yang menuju ke Palembang, Riau, termasuk ke Sumatera Barat," ujarnya.
Untuk pengamanan di wilayah Jambi, Operasi Ketupat akan dipimpin Kapolda Jambi Krisno H. Siregar. Kepolisian akan menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, serta personel secara matang guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
“Saya yakin nanti ada latihan operasi yang akan disimulasikan. Skenario-skenario disiapkan untuk meyakinkan bahwa negara hadir untuk menjamin selama Operasi Ketupat itu harkamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga,” ucapnya.
Pengamanan mudik tahun ini mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Pelaksanaannya dilakukan secara komprehensif dengan berbasis pemetaan potensi kerawanan di setiap titik jalur mudik.
Setiap titik rawan telah diidentifikasi untuk langkah antisipasi.
Rekayasa lalu lintas seperti contra flow, one way, dan pengaturan arus di simpul transportasi telah disiapkan sesuai kebutuhan situasi di lapangan. Selain itu, pengecekan juga difokuskan pada kesiapan sistem komando dan pengendalian.
Optimalisasi command center, pemantauan CCTV, serta pola penggelaran personel dilakukan agar respons terhadap potensi gangguan dapat berlangsung cepat dan tepat. "Kami ingin memastikan seluruh jalur yang akan dilalui pemudik dalam kondisi siap, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapan personel, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....